588 Unit Aset Pemkab Pasaman Senilai Rp6,8 M Tidak Dapat Ditelusuri

Ilustrasi
Ilustrasi

Pasaman, – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan bahwa terdapat aset Peralatan dan Mesin Pemkab Pasaman tahun 2020 yang belum dapat ditelusuri sebanyak 588 unit dengan nilai Rp6,8 miliar lebih.

Aset-aset tersebut merupakan hasil pengadaan sejak tahun 1983 yang dokumentasi pengadaannya sudah tidak ada.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, PP Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Kemudian juga tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Masih menurut hasil pemeriksaan BPK, hal tersebut terjadi karena Kepala OPD terkait belum optimal dalam mengawasi pengelolaan barang milik daerah, dan memproses barang milik daerah yang belum dapat ditelusuri, tidak ada fisiknya.

Deliknews.com telah mengonfirmasi Kepala Bakeuda Pemkab Pasaman, Teguh Suprianto, via WhatsApp (18/7/22) namun belum memberikan penjelasan.

“Saya cek dulu datanya dan perkembangan tindak lanjutnya, setelah itu baru saya konfirmasikan,” kata Teguh Suprianto.

(Darlin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.