Kok Tolak? Wandhira Akui Terminal LNG Ditetapkan di Sidakarya

Wakil Ketua DPRD Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira. 

Denpasar – Wakil Ketua DPRD Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira mengakui dalam Perda No.8 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Denpasar untuk infrastruktur Jaringan Gas ditetapkan berada di Desa Sidakarya.

Tentunya dalam pembuatan Perda RTRW saat itu mendapatkan pendampingan dari Para Ahli dan Akademisi melihat wilayah Kelurahan Pedungan sudah berdiri Pembangunan Indonesia Power dan Desa Pesanggaran dengan Genset Pembangkit Listriknya.

Wandhira membenarkan, keberadaan Pasal 20 Ayat (2) Perda 8/2021 tentang RTRW Kota Denpasar, dimana Desa Sidakarya sendiri ditetapkan sebagai Terminal Khusus Gas yang menerima dari dermaga kapal lalu disalurkan melalui jaringan yang melewati Kelurahan Sesetan.

Menariknya, mesti sudah mengetahui ditetapkan dalam Perda 8/2021 RTRW Kota Denpasar, Wandhira yang merupakan politisi dari Desa Adat Intaran Sanur ini juga ikut menolak rencana pembangunan terminal LNG di Desa Sidakarya.

Dia beralasan, agar tempatnya tidak merusak lingkungan, khususnya mangrove. Selain itu, meminta supaya selaras dengan Rencana Induk Pembangunan (RIP) Kepariwisataan Daerah Tahun 2018-2019 yang sudah diatur dalam Perda No 3 Tahun 2019.

“Tidak pernah menolak energi bersih. Jangan sampai rencana baik LNG mewujudkan energi bersih, tapi timbulkan permasalahan lain terhadap lingkungan,” ujar Wandhira saat ditemui wartawan di Denpasar, Selasa (2/8/2022).

Untuk itu, Wandhira berharap adanya koordinasi dan dialog yang baik antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar serta pihak-pihak yang berkepentingan dalam mencari solusi LNG yang terbaik. Serta dilakukan kajian-kajian yang mendalam dan disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kita harap ada kolaborasi dan kerjasama dalam merancang rencana kerja pembangunan LNG ini dengan baik,” harap Wandhira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.