Waspada Penularan Corona Subvarian Centaurus, Patuhi Prokes

Waspada Penularan Corona Subvarian Centaurus, Patuhi Prokes

Oleh : Edwin Harahap

Corona subvarian Centaurus sudah masuk Indonesia dan masyarakat diminta untuk lebih waspada, karena lebih menular daripada varian Corona yang lain. Patuhi juga protokol kesehatan agar tetap selamat dari virus Covid-19 varian apapun.

Selama pandemi, secara tidak langsung masyarakat belajar tentang karakteristik virus Covid-19 dan varian-variannya. Sifat dari sebuah virus adalah bermutasi karena meningkatkan kekebalannya dan menempel pada sel inang.

Corona telah bermutasi jadi varian Beta, Gamma, Delta, dan terakhir Omicron. Sedangkan Omicron masih bermutasi lagi menjadi subvarian Centaurus.

Subvarian Centaurus sudah ditemukan di Bali dan Jakarta, dan menular lewat pelaku perjalanan luar negeri. Subvarian ini lebih menular daripada Delta atau varian yang lain, jadi harus lebih berhati-hati dan menjaga gaya hidup bersih dan sehat.

Jangan sampai ada lonjakan kasus corona yang parah di Indonesia, karena gara-gara Centaurus ada kenaikan 23% pasien corona di Korea Selatan.

Dokter Erlina Burhan menyatakan bahwa corona subvarian Centaurus lebih menular daripada subvarian atau varian lain. Centaurus adalah subvarian dari Omicron sehingga gejalanya mirip. Namun bedanya ia lebih cepat menyebar.

Masyarakat harus menaati protokol kesehatan untuk mencegah lonjakan kasus corona subvarian Centaurus.

Jika tidak ingin terinfeksi virus Covid-19 varian Omicron subvarian Centaurus caranya dengan mentaati protokol kesehatan dan juga melaksanakan vaksinasi. Saat ingin selamat dari penyakit berbahaya ketika masih pandemi, maka harus menjaga gaya hidup sehat dan bersih, termasuk protokol kesehatan.
Ahli Virologi dari Universitas Edinburgh, Dokter Eleanor Gaunt, menyatakan bahwa subvarian Centaurus menggantikan semua varian (corona) yang dianggap menular, tetapi ia belum tahu pasti penyebabnya. Bahkan Centaurus bisa menembus kekebalan tubuh yang didapat manusia sebelumnya karena antibodi alami dari virus Covid-19. Dalam artian, seseorang yang sudah pernah terinfeksi corona bisa terkena lagi.
Oleh karena itu masyarakat diminta untuk mewaspadai Centaurus karena sifatnya lebih hebat dalam meruntuhkan imunitas tubuh manusia, dan bisa menjangkiti orang yang pernah menjadi pasien Covid-19. Masyarakat juga wajib menghafalkan ciri-ciri kena corona subvarian Centaurus seperti demam, batuk kering, kelelahan, diare, sesak nafas, anosmia (kehilangan fungsi indra penciuman), dan hidung tersumbat.
Untuk mencegah penularan corona subvarian Centaurus caranya dengan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan. Sayang sekali masyarakat sudah mulai kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker. Padahal masker adalah perlindungan pertama dari corona.
Sosialisasi untuk memakai masker dan menaati protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan lain-lain harus digalakkan lagi. Masyarakat harus sadar bahwa protokol adalah cara untuk terhindar dari corona, terutama subvarian Centaurus. Untuk mendisiplinkan dalam menjalankan protokol kesehatan maka tidak bisa hanya dengan hukuman, tetapi juga hadiah.
Sistem hukuman yang diterapkan oleh pemerintah daerah pada pelanggar protokol kesehatan kategori lupa pakai masker biasanya adalah hukuman sosial. Misalnya dengan menyapu jalan umum, membersihkan pasar, dan berbagai hukuman lainnya. Namun hukuman sosial ini kurang efektif karena keesokan harinya masih ada saja kalangan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan lagi.
Hadiah bisa diberikan kepada kalangan masyarakat yang masih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Misalnya pada sebuah sekolah yang murid dan gurunya memakai masker selama jam pelajaran sampai pulang. Sementara para murid menjaga jarak, tidak berkontak langsung, dan disiplin mencuci tangan memakai sabun antiseptik.
Pihak sekolah bisa mendapat hadiah dari pemerintah daerah, misalnya berupa sembako untuk para guru atau peralatan sekolah bagi para murid. Hadiah ini bukanlah gratifikasi. Namun sebagai apresiasi bahwa mereka disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan patut menjadi sekolah percontohan.
Protokol kesehatan wajib dilaksanakan pada saat pandemi. Seluruh kalangan masyarakat wajib menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik itu murid, guru, orang tua, dan pihak lain. Kesadaran akan disiplin protokol kesehatan harus dinaikkan lagi, agar tidak terkena Centaurus.
Keganasan Centaurus jangan sampai membawa korban dan menaikkan kasus corona di Indonesia. Oleh karena itu masyarakat kembali dihimbau untuk taat protokol kesehatan, agar tidak kena corona varian dan subvarian apa saja. Selain itu, protokol kesehatan juga mencegah penularan virus dan bakteri, sehingga tubuh makin sehat.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.