Mewaspadai Manuver Kelompok Radikal Teror Jelang HUT RI

Mewaspadai Manuver Kelompok Radikal Teror Jelang HUT RI

Oleh : Muhammad Zaki

Kelompok radikal ternyata mulai terus melakukan manuver mereka, terutama menjelang perayaan HUT RI seperti sekarang ini. Maka dari itu seluruh pihak harus mampu meningkatkan kewaspadaan diri demi bisa mencegah manuver kelompok-kelompok tersebut untuk melancarkan aksi terorisme.

Sebentar lagi seluruh masyarakat Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-77. HUT RI tersebut merupakan sebuah momen cukup sakral dan sangat penting bagi rakyat karena menjadi sebuah pertanda awal tonggak kebangkitan Bangsa ini setelah berhasil melawan penjajah dan mengusir mereka dari Bumi Pertiwi.

Namun nyatanya menjelang perayaan HUT RI tersebut, kelompok radikal dan intoleran yang berujung pada tindak terorisme juga kian merebak.

Maka dari itu sangatlah penting untuk meningkatkan kewaspadaan bersama akan potensi ancaman yang terus mereka sebarkan.

Mengenai hal itu, Ahli Kriminologi Universitas Indonesia, Arijani Lasmawati juga menyatakan hal yang sama, bahwa hendaknya bukan hanya pihak Pemerintah saja yang terus aktif untuk mewaspadai menuver kelompok radikal dan intoleran, melainkan juga harus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia secara luas.

Pasalnya, Arijani menemukan dalam suatu penelitian bahwa ternyata hasil riset menunjukkan kalau belakangan para remaja merupakan pihak yang cukup banyak terlibat sebagai simpatisan dari kejahatan terorisme di Indonesia, yang mana hal tersebut merupakan sebuah kejadian yang sudah disetting sebelumnya.

Menurutnya, cikal bakal para remaja tersebut bisa masuk ke dalam pusaran kelompok radikal dan intoleran adalah awalnya mereka hanyalah berfokus untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya murni keagamaan saja, namun dengan cara penyampaian yang salah dan tidak sesuai dengan ajaran agama itu sendiri untuk terus menyebarkan kedamaian dan cinta kasih, justru akhirnya mereka terjerembab ke dalam kelompok radikal dan intoleran.
Arijani Lasmawati menemukan fenomena cukup mencengangkan, yakni ternyata perkumpulan massa yang digalang oleh kelompok radikal dan intoleran ini terjadi dalam kondisi yang sangat besar dan padat, bahkan mereka juga sudah mulai banyak masuk di dalam media sosial dan terus menjalin perbincangan di sana.
Bukan hanya sekedar ajaran agama yang disampaikan dengan cara radikal, namun Ahli Kriminologi UI tersebut juga menemukan bahwa ternyata pergolakan politik juga bisa menjadi salah satu penyebab mengapa banyak terlahir simpatisan kelompok radikal dan intoleran, apalagi sebentar lagi Indonesia memasuki tahun politiknya dengan adanya Pemilu di tahun 2024 mendatang.
Seluruh konteks sosial tersebut, yakni ajaran agama yang kurang tepat dengan pergolakan panasnya politik yang ada, menurutnya memang sangat patut untuk menjadi sebuah kewaspadaan. Semua pihak harus terus memperhatikan bagaimana manuver yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrimis ini karena bukan tidak mungkin potensi ancamannya akan terus meningkat terutama di kalangan remaja yang akan ditarik menjadi simpatisan mereka.
Tidak bisa dipungkiri bahwa memang biasanya justru kelompok radikal dan intoleran akan mulai melakukan manuver pergerakan mereka jika mendekati peringatan hari-hari besar tertentu, termasuk perayaan HUT RI.
Jangan sampai terulang kejadian terorisme yang sama ketika HUT RI pada tahun 2012 silam, yang mana kala itu terjadi penembakan di Pos Pengamanan Gemblengan, Serengan, Surakarta. Pada waktu itu pelaku berhasil mengakibatkan dua polisi mengalami luka-luka dan mereka melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor setelah melakukan aksinya.
Adanya aksi terorisme tersebut membuat masyarakat jadi cemas hingga ada yang merasa takut untuk berjalan sendirian. Bahkan peneror yang merupakan anggota dari kelompok radikal dan intoleran juga tak ragu sama sekali untuk menembak polisi, padahal mereka adalah pengayom masyarakat.
Diharapkan kepada seluruh masyarakat jika memang melihat sesuatu yang mencurigakan, misalnya ada kumpulan orang di rumah kontrakan yang jarang bersosialisasi dan tingkahnya aneh, maka bisa saja segera melaporkan ke pihak berwajib. Hal tersebut merupakan salah satu langkah kewaspadaan karena bisa jadi mereka memang merupakan kaum radikal dan intoleran yang sedang berkumpul untuk mengadakan aksi teror.
Kaum radikal dan intoleran ini memang harus diberantas agar mereka tidak menebar teror lebih banyak lagi. Hal lain yang juga bisa dilakukan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan akan menuver kelompok radikal dan intoleran adalah dengan menggelar forum tertentu dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme khususnya, hal tersebut bisa juga melibatkan para pelajar.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Hadi Mulyadi menyatakan dengan tegas bahwa hal-hal seperti pengadaan forum untuk mencegah aksi radikalisme di kalangan pelajar sangatlah penting karena sebagai bentuk upaya melakukan tindak pencegahan sejak dini bagi generasi muda agar mereka bisa tercegah dari radikalisme dan terorisme.
Pasalnya sejauh ini memang tantangan pencegahan ancaman radikalisme dan terorisme menjadi semakin berat. Sebab, kemajuan teknologi informasi kian canggih dan modern justru menjadi salah satu upaya penyebaran para propagandis kelompok radikal untuk beraksi.
Sikap waspada harus terus digaungkan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan bersama-sama membantu aparat berwajib termasuk juga Pemerintah untuk melakukan pendeteksian dini jika dirasa ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar, sangat penting pula untuk terus memperhatikan para generasi muda supaya tidak mudah dicuci otaknya oleh kelompok-kelompok ekstrimis tersebut, utamanya menjelang perayaan HUT RI seperti sekarang ini.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.