Komplotan WNA Diduga Gelapkan Uang Hasil Sewa Hotel di Bali

Fannie Lauren (kiri) didampingi kuasa hukumnya Togar Situmorang.

Denpasar – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Fannie Lauren merasa telah dizalimi komplotan Warga Negara Asing (WNA) yang berkedok kerjasama investasi properti dalam pembangunan Hotel di kawasan Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung Bali.

Fannie, mantan Putri Persahabatan Indonesia 2002 yang merupakan Direktur PT. Indo Bhali Makmurjaya didampingi kuasa hukumnya, Dr. Togar Situmorang, S.H, M.H, MAP, CMed, CLA mengaku, telah melayangkan somasi kepada pihak WNA yang diduga telah melakukan penggelapan uang kerjasama hasil over sewa atau kelebihan sewa secara sepihak.

“Selaku direktur perusahaan klien kami mengaku tidak pernah memberikan Surat Kuasa Khusus dalam transaksi sewa hotel dilakukan WNA tersebut. Lucunya negara membebankan pajak transaksi di luar nilai yang diterima klien kami. Dan mirisnya lagi, klien kami juga ditekan melalui gugatan di pengadilan negeri (PN) Denpasar yang kami rasa cacat formil namun dikabulkan. Bagaimana klien kami saat ini tidak saja merasa dizolimi warga asing namun juga hak-haknya yang patut telah diabaikan negara sendiri,” tegas Dr. Togar Situmorang kepada wartawan di Denpasar Bali, Selasa (16/08/2022).

Pengacara Togar Situmorang menegaskan, sebagai kuasa hukum ia mengaku akan melakukan upaya hukum tak terbatas. Memberi pendampingan penuh terhadap kliennya sebagai warga negara indonesia terzalimi.

“Negara mesti hadir dalam hal ini. Bagaimana warga kita sendiri teraniaya di dalam negara sendiri yang dilakukan oleh oknum warga negara asing. Kita tidak tahu bentuk transaksi dilakukan, patut diduga juga bisa pencucian uang. Kan bisa begitu. Bagaiman ini orang asing mengendalikan perusahaan milik warga negara kita sendiri dan malah kesannya warga indonesia dikerjain habis-habisan,” jelas Togar.

Untuk diketahui bagaimana Fannie bisa terjebak dalam kasus ini dikatakan berawal dari pihaknya melakukan kerjasama dengan sejumlah WNA dan salah satunya berinisial LS asal Swiss.

Fannie menjelaskan, WNA itu hanya sebagai investor sebatas berinvestasi dalam perjanjian pembangunan Hotel milik PT. Indo Bhali Makmurjaya pada tahun 2016. Terkait hak dan kewajiban disebutkan sudah dituangkan dalam perjanjian pada akta yang dibuat di Notaris.

Namun, dalam perjalanannya isi dalam akta Notaris tersebut diabaikan pihak investor WNA. Bahkan kemudian para investor asing ini membuat sebuah dokumen-dokumen sepihak atau wanprestasi. Anehnya lagi kata Fannie, dokumen itu dipakai dasar untuk melakukan gugatan dan justru meminta kerugian dalam jumlah tidak masuk akal kepada pihaknya.

“Saya selaku pihak yang paling dirugikan dalam hal ini akan menempuh upaya hukum selanjutnya. Baik pidana atau perdata. Jadi ya saya duga bagi seluruh para aparat penegak hukum untuk dapat menegakan hukum seadil-adilnya, terlebih kami sangat terzalimi dalam kasus ini sebagai warga negara Indonesia di negeri saya sendiri,” singgung Fannie Lauren.

Respon (1)

  1. Bisakah Anda memberi tahu kami tentang VALERIO TOCCI yang dicari di Italia karena kejahatan keuangan dan siapa suami sang putri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.