Pemerintah Optimalkan Vaksinasi di Tengah Kenaikan Kasus Covid

Pemerintah Optimalkan Vaksinasi di Tengah Kenaikan Kasus Covid

Oleh : Deka Prawira

Pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan pemberian vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia seluas-luasnya di tengah terjadinya kenaikan kasus Covid-19 belakangan.

Hal tersebut sebagai cara agar pengendalian pandemi dan percepatan kebangkitan ekonomi tercapai.

Belakangan memang sempat terjadi peningkatan kembali jumlah kasus positif Covid-19 akibat memang virus tersebut memiliki sifat terus melakukan mutasi dan juga penyebarannya yang sangat cepat.

Namun ternyata diketahui bahwa data menunjukkan, per hari Minggu 7 Agustus 2022 terjadi penurunan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Satgas memberikan laporan bahwa jumlah kasus aktif berhasil mengalami pengurangan sebanyak 750 orang. Sementara itu, justru di sisi lain pertambahan mengenai kasus sembuh terus saja meningkat hingga mencapai 5.016 pada hari yang sama, atau jika dimasukkan dalam angka secara kumulatif bisa mencapai 6.037.738 kasus sembuh.
Salah satu wilayah yang secara konkret bisa dijadikan patokan adalah Provinsi DKI Jakarta yang turut mengalami penurunan jumlah kasus aktif COVID-19. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggencarkan upaya pengendalian pandemi COVID-19 dengan program vaksinasi kepada seluruh masyarakat, termasuk juga menggalakkan kebijakan 3T (Testing, Tracing dan Treatment).
Mengenai kasus aktif yang berada di Jakarta sendiri bahkan sejauh ini terus mengalami penurunan hingga 1.219 kasus dengan total persentase kesembuhan mencapai 97,4 persen dan tingkat kematian hanya 1,1 persen.
Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan bahwa sebenarnya standar persentase kasus positif yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) adalah setidaknya di bawah angka 5 persen, maka jelas bahwa angka yang dimiliki oleh Indonesia sudah sesuai dengan standar WHO.
Lebih lanjut, karena kondisi pandemi sendiri masih belum benar-benar berakhir, maka Pemerintah tak henti-hentinya terus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap memakai masker saat sedang beraktivitas di luar rumah, terutama ketika sedang berada di tempat publik. Bukan hanya itu, namun jika ada masyarakat yang merasa masih belum melengkapi vaksinasi COVID-19, bisa sesegera mungkin mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.
Bahkan sebenarnya, dalam upaya terus menggencarkan program vaksinasi ini Pemerintah sendiri juga terus mencoba untuk menerapkan sistem yang sesuai dengan perkembangan jaman, yakni menggunakan digitalisasi. Masyarakat bisa langsung mendaftarkan diri mereka secara online untuk mendukung percepatan proses vaksinasi di aplikasi resmi yang sudah disediakan.
Bukan hanya pendaftaran saja, melainkan masyarakat sendiri bisa memilih waktu serta tempat vaksinasi yang mereka kehendaki sendiri, termasuk juga melakukan pre-screening tes secara online. Untuk mempermudah menemukan tempat vaksinasi, maka masyarakat bisa langsung mengeceknya melalui Google Maps dan mengetikkan “vaksin COVID-19”, maka di sana akan bisa ditemukan lokasi serta akan ada informasi alur menemukan lokasi yang dipilih.
Sejatinya pemberian vaksinasi yang diupayakan terus oleh Pemerintah supaya bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia sangatlah penting. Pasalnya bukan hanya sekedar untuk meningkatkan imunitas sehingga bisa terlindung dari risiko terkena paparan COVID-19 atau dampak kesehatan yang lebih serius jika terpapar, namun ternyata jika dilihat secara lebih luas juga akan berdampak baik pada berbagai hal lain seperti pemulihan kondisi sosial dan juga ekonomi negara yang selama ini telah terkena dampak pandemi.
Selain itu, diketahui saat ini bahwa Pemerintah juga tengah memulai pemberian vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang memang diprioritaskan lantaran risiko mereka lebih tinggi, dan dalam waktu dekat pemberian vaksin dosis keempat akan terus diberikan secara luas. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa akan ada 4 juta nakes yang menerima vaksin COVID-19 dosis keempat ini, yang mana memang mereka adalah kelompok penerima vaksin ketiga sudah lewat dari 6 bulan lalu.
Sebagai informasi, terdapat hasil penelitian yang mengemukakan bahwa ternyata vaksin COVID-19 dosis keempat menggunakan AstraZeneca sangatlah efektif untuk mencegah penularan Omicron dan juga mutasi terbarunya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan studi tersebut dengan tegas mengklaim bahwa dosis keempat AstraZeneca yang diberikan mampu meningkatkan imunitas hingga sekitar 73 persen para penerima vaksin. Penelitian tersebut dilakukan di Universitas Chiang Mai di Thailand
Sementara itu, Senior Vice President, Head of Late Development, Vaccines & Immune Therapies AstraZeneca, John Perez mengatakan kalau penelitian yang telah berhasil dilakukan tersebut sebagai bukti betapa pentingnya vaksin dosis keempat untuk diberikan kepada seluruh masyarakat lantaran memang sangat mampu melindungi dari ancaman infeksi COVID-19 karena variannya yang terus berkembang. Dengan kata lain, upaya yang selama ini terus didorong oleh Pemerintah Indonesia memang sudah sangatlah tepat.
Pada kesempatan lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate juga menilai bahwa memang vaksinasi COVID-19 sangatlah mampu untuk menekan gejala berat dan juga kemungkinan kematian akibat virus Corona. Dirinya melanjutkan bahwa jika semakin lengkap dosis vaksin yang dilakukan oleh masyarakat, maka risiko pun akan semakin menjadi rendah.
Terjadinya penurunan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia memang merupakan bukti nyata dari keberhasilan program yang selama ini terus dilakukan oleh Pemerintah mengenai pemberian vaksinasi yang merata kepada seluruh masyarakat termasuk juga rencana akan meningkatkan menjadi vaksin dosis keempat atau booster kedua.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.