Memperingati HUT RI ke 77, Kompetisi Gelut Pathol di Pantai Kelapa

Tuban, Jatim, deliknews – Dalam rangka memperingati 17 Agustus puluhan warga nelayan kelurahan Panyuran kecamatan Palang mengikuti kompetisi Gelut Phatol di pantai kelapa, Sabtu (20/8).

Gelut Pathol merupakan budaya masyarakat pesisir Tuban yang hampir punah. Generasi muda warga pesisir khususnya nya nelayan sudah tidak tau Gelut Pathol itu yang bagaimana, cuma sebatas mendengar nama gelut pathol.

Untuk menguri-nguri budaya nelayan kabupaten Tuban yang hampir punah ini, generasi muda kelurahan Panyuran kecamatan Palang menggelar kompetisi Gelut Pathol di pantai kelapa.

Ketua even kompetisi Gelut Pathol, Pipit Wibawanto mengatakan, kami sebagai generasi muda prihatin dengan kebudayaan warga nelayan yang hampir punah di kabupaten Tuban. Kami ingin mengangkat kebudayaan Gelut Pathol ini supaya masyarakat Tuban khususnya warga Panyuran masih ada yang melestarikan Gelut Pathol.

“Kami masih bersyukur karena bisa mengetahui langsung dari Mbah Gaol yang merupakan generasi terakhir pelaku Gelut pathol. Banyak hal yang di sampaikan dan di praktekkan tentang aturan maupun musik untuk mengiringi gelut pathol” ujar Pipit Wibawanto.

Kompetisi Gelut Pathol ini di ikuti oleh 15 orang dari warga kelurahan Panyuran kecamatan Palang. Semoga kedepannya even Gelut Pathol tahun depan bisa di ikuti oleh masyarakat nelayan dari kecamatan yang lainnya. Sehingga Gelut Pathol bisa jadi Ikonik bagi masyarakat pesisir Tuban.

Dalam memberi sambutannya sekaligus membuka kompetisi Gelut Pathol, Senior Manager Of Corporate Communication SIG GhoPO Tuban, Setiawan Prasetyo mengatakan kegiatan ini sangat luar biasa dengan beckdroop alami dengan latar belakang pantai yang dihiasi oleh perahu nelayan. Tidak kalah menariknya dengan alat musik tradisional gendang yang mengiringi gelut pathol.

“Kami mengucapkan terima kasih dak sukses kepada mas Pipit dengan tim nya yang sudah menguri-guri budaya leluhur dan terima kasih kepada Dinas Pariwisata yang sudah menyuport kompetisi Gelut Pathol sekarang ini” ujar Setiawan Prasetyo.

Lanjutnya, terima kasih sama pengunjung yang sebagai saksi even kompetisi Gelut Pathol dengan semangat kebersamaan, sportifitas dalam kompetesi Gelut Pathol yang mau dilaksanakan sekarang ini.

Semoga kedepannya even ini lebih besar lagi bagi pesertanya sehingga bisa melestarikan dengan menguri-nguri budaya leluhur para nelayan Tuban dan sukses dalam melaksanakan acara nya kompetesi Gelut Pathol, pungkasnya.

Dikesempatan yang sama Kabid Kepariwisataan pada Disbudporapar Tuban, Siti Umi Hanik mengatakan Gelut Pathol ini mengajarkan ke kita bagaimana kita keluar dari kesulitan untuk bersinergi bersama-sama tanpa harus merugikan orang lain.

“Dengan adanya sarung di pinggang peserta Gelut Pathol itu melambangkan untuk meraih prestasi tidak menyentuh badan tapi memegang sarung sebagai pegangan untuk meraih kemenangan disuatu kompetisi” ungkap Siti Umi Hanik.

Untuk kedepannya, kami sampaikan untuk pengelola destinasi sangat terbuka untuk kolaborasi dengan sektor apapun termasuk Gelut Pathol merupakan olahraga tradional. Semoga even Gelut Pathol ini kedepannya bisa sebagai ikonik pariwisata kabupaten Tuban, pungkasnya.

Sekedar info, bagai juara Kompetisi Gelut Pathol :
I. Alim
II. Manshur
III. Kasmadi.(jati)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.