Kunjungan Jokowi ke Beberapa Negara Meningkatkan Investasi di Indonesia

Kunjungan Jokowi ke Beberapa Negara Meningkatkan Investasi di Indonesia

Oleh : Syarifudin

Presiden Jokowi telah mengunjungi beberapa negara. Tujuannya tidak hanya untuk kunjungan kerja dan menjalin hubungan baik, tetapi juga menjaring para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Misinya 100% berhasil karena banyak negara yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia, dengan nilai investasi yang sangat fantastis.

Di masa pemerintahan Presiden Jokowi, bidang investasi sangat didorong dan dimajukan, karena penanaman modal asing bisa menambah devisa negara. Terlebih ketika terjadi pandemi dan kondisi keuangan Indonesia agak bergoncang, investasi bisa jadi penyelamat karena ada dana untuk membangun infrastruktur. Tanpa harus meminjam dana ke IMF atau pihak lain.

Presiden Jokowi aktif dalam mencari investor asing dengan cara jemput bola alias datang langsung ke negara-negara lain. Di antaranya Korea Selatan, Vietnam, Jepang, Uni Emirat Arab, dan China. Seperti kata pepatah ‘sambil menyelam minum air’, maka beliau mengadakan kunjungan kerja dan menjalin hubungan bilateral, sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai negara yang cocok dijadikan tempat investasi.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Sarman Simanjorang menyatakan kunjungan Presiden Jokowi sangat strategis untuk meningkatkan investor masuk ke Indonesia. Investornya juga pengusaha kelas kakap.

Dalam artian, langkah Presiden Jokowi untuk datang langsung ke negara-negara dengan investor besar sangat tepat, karena meningkatkan investasi di Indonesia.

Presiden Jokowi mengunjungi Korea Selatan dalam rangka kunjungan kerja. Hasil dari pertemuan dengan pengusaha-pengusaha di negeri ginseng tersebut sangat bagus. Kesepakatan bisnis investasi antara 2 negara menghasilkan 81,7 Triliun rupiah. Nilainya tentu sangat fantastis dan jika ada kerja sama berkelanjutan, akan lebih baik lagi.
Selain membicarakan nilai bisnis investasi, kunjungan kerja ke Korea Selatan juga mendiskusikan tentang alih teknologi. Presiden Jokowi memang tak hanya ingin dana dari penanaman modal asing masuk ke Indonesia. Namun juga teknologi dan ilmunya bisa diserap oleh pekerja Indonesia, sehingga mereka makin cerdas dan berkembang wawasannya.
Presiden Jokowi juga mengunjungi Vietnam dan nilai investasi yang didapat sebesar 6,8 Miliar Dollar. Nominalnya besar sekali dan kunjungan beliau ke sana menghasilkan potensi kerja sama yang sangat besar. Sebagai sesama negara berkembang, Vietnam senang bekerja sama dengan Indonesia.
Di Vietnam, Presiden Jokowi juga meresmikan aplikasi transportasi buatan Indonesia yang di’ekspor’ ke sana. Hal ini amat bagus karena karya anak bangsa diakui oleh negara lain. Dengan aplikasi ini maka akan mempermudah transportasi warga Vietnam, dan orang Indonesia yang sedang berkunjung ke sana akan sangat bangga karena melihat produk aplikasi kesayangannya juga digunakan di negeri lain.
Selain berkunjung ke negara-negara di Asia Tenggara, Presiden Jokowi juga mengunjungi Uni Emirat Arab. Dari kunjungan kerja itu, menghasilkan nilai investasi sebesar 58,8 Milliar Dollar Amerika. Jumlah ini sangat fantastis mengingat Uni Emirat Arab adalah negara yang kaya-raya, dan mereka tetap percaya untuk menanamkan modalnya di Indonesia walau masih kondisi pandemi global.
Investasi yang akan diberikan oleh pengusaha-pengusaha kelas kakap di Uni Emirat Arab ada bermacam-macam bidangnya. Di antaranya pertanian, peternakan (penghasil susu), dan pertambangan nikel. Indonesia dianggap sebagai negara yang strategis karena hasil pertaniannya tumbuh subur, dan pertambangannya juga berkualitas baik.
Presiden Jokowi membangun Indonesia dengan semangat dan menaikkan investasi, karena memang sangat menguntungkan. Selain menambah devisa negara, penanaman modal asing juga bisa mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini. Penyebabnya karena jika ada banyak pabrik hasil investasi maka otomatis butuh karyawan, dan bisa membuka banyak peluang kerja serta pengangguran pun berkurang.
Selain itu, investasi juga bisa menaikkan status Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Penyebabnya karena makin banyak investor maka makin maju sebuah negara. Dunia bisnis dan investasi di Indonesia akan makin dinamis dan maju, dan bisa bangkit dari pukulan telak pandemi.
Masyarakat mendukung penuh investasi dan mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang secara aktif menawarkan investasi langsung ke negaranya. Dengan metode ini maka terbukti banyak pengusaha asing yang tertarik. Nilai investasinya juga sangat besar dan akan dilakukan kerja sama dengan durasi yang lama.
Apalagi ada jaminan langsung dari Presiden Jokowi mengenai ketepatan dan keamanan untuk berinvestasi di Indonesia, dan ada juga payung hukumnya yakni UU Cipta Kerja (klaster investasi). Penguruan izinnya juga dipermudah dan bisa diurus secara online. Dengan jaminan keamanan ini maka pengusaha asing tidak ragu lagi untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Presiden Jokowi telah mengunjungi beberapa negara untuk kunjungan kerja sekaligus menjaring investasi dari pengusaha-pengusaha kelas kakap. Misi beliau berhasil karena niuai investasi yang didapat mencapai puluhan Miliar dollar Amerika. Dengan investasi maka Indonesia akan lebih maju, karena ada pembangunan pabrik dan infrastruktur secara masif.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.