Parah! Proyek Jembatan Bernilai Belasan Miliar Rupiah, Diduga Gunakan BBM Bersubsidi Untuk Pengoprasian Alat Berat. 

Keterangan Foto : Nota pembelian BBM bersubsidi yang ditemukan oleh Tim Awak Media dilokasi. (Dian/deliknews.com)

Madiun,deliknews.com Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Laksanakan Proyek Rehabilitasi/Rekontruksi jembatan Luworo, yang berada di Desa Luworo Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun.

Pembangunan Jembatan tersebut menjadi harapan besar bagi masyarkat Desa Luworo karena memang sudah lama rusak dan kondisi sangat memprihatinkan.

Namun, dalam pelaksanaannya ada pemandangan yang tidak wajar, pengoprasian alat berat (Ekskavator) diduga menggunakan Bio solar bersubsidi bukan yang seharusnya yaitu High Speed Diesel (HSD). Hal itu juga dikuatkan dengan penemuan nota pembelian Solar subsidi yang di jual dengan harga Rp 7.500,-/liter kepada pelaksana proyek jembatan tersebut.

Keterangan Foto : Jurigen/Tong berisi BBM bersubsidi yang ada dilokasi pembangunan Jembatan Desa Luworo Kecamatan Pilangkenceng. Rabu (31/08/22)

Diketahui Kontraktor Pelaksana pembangunan jembatan tersebut PT. Permata Anugerah Yalasamudra Dengan konsultan pengawas CV Lintang Buana Perkasa dengan nilai kontrak Rp. 16.920.000.000,- dari APBD Tahun 2022.

Saat di konfirmasi ke pihak Pelaksana proyek Firdaus, enggan berkomentar  malah mengarahkan awak media disuruh minta surat ijin konfirmasi ke Pihak BPBD kabupaten Madiun selaku yang punya pekerjaan. Rabu (31/08/22)

“Kalau mau konfirmasi buat surat dulu minta Ijin ke BPBD.” Terangnya

Firdaus juga terkesan sangat membatasi wartawan untuk konfirmasi dan untuk keterbukaan Informasi Publik, sesuai UU Tentang PERS, Media adalah Sosial Kontrol.

Menurut narasumber, Stok solar di pasok oleh seseorang, dengan sistem penjualan jerigen/tong. Dan perlu diketahui Bio Solar tidak untuk alat berat sesuai aturan yang ada.

Dengan temuan ini awak media akan konfirmasi kepada Aparat Penegak Hukum Wilayah Kabupaten Madiun, harapan agar pihak berwajib untuk lebih cepat menangani penyaluran Subsidi Solar dan membongkar penimbunnya, mengingat kelangkaan solar manakala para petani membutuhkan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.