Pengusaha AS-ASEAN Ingin Tingkatkan Investasi di RI

Pengusaha AS-ASEAN Ingin Tingkatkan Investasi di RI

Oleh : Astrid Widia

Para penguasa dalam delegasi dewan bisnis AS-ASEAN menyatakan bahwa mereka sangatlah ingin untuk bisa terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seluruh kemudahan perizinan investasi dan juga potensi yang dimiliki oleh bangsa ini.

Sejauh ini Indonesia memang dinilai oleh negara lain sebagai salah satu negara dengan tujuan investasi terbaik. Hal ini dikarenakan bangsa ini memiliki kondisi fundamental perekonomian yang sangat bagus, bahkan dengan adanya guncangan inflasi dan resesi hingga ancaman krisis di dunia belakangan, justru ekonomi di Indonesia masih mampu untuk melesat hingga melebihi target.

Pada 24 Agustus 2022 lalu, Presiden Joko Widodo menerima secara langsung kedatangan Delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (US-ASEAN Business Council) di Istana Negara.

Terkait hal tersebut, Menteri Investasi yang juga Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pengusaha AS-ASEAN sangat menginginkan adanya peningkatan investasi mereka di Tanah Air. Keinginan ini tidak bisa dilepaskan karena performa ekonomi Indonesia masih bisa bertahan meski digempur ketidakstabilan dunia.

Delegasi US-ASEAN Business Council juga menginginkan adanya peningkatan investasi di sejumlah sektor, seperti sektor pariwisata, kesehatan dan ekonomi digital. Sejauh ini, telah ada beberapa investasi yang sudah berjalan dengan baik di sektor minyak, gas hingga sektor tambang. Keinginan mereka untuk meningkatkan investasi lantas disambut baik oleh Jokowi.

Bahlil menyebut jika Presiden Jokowi berharap keinginan itu dapat terealisasi, terlebih presiden juga menyampaikan adanya kemudahan investasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja.
Dengan adanya kemudahan perizinan investasi tersebut, diharapkan ke depannya akan mampu lebih menambah lagi iklim investasi Indonesia yang jauh lebih bagus karena saat ini sudah tidak ada perizinan yang terlalu rumit seperti jika dibandingkan dengan sebelum kebijakan UU Cipta Kerja diberlakukan. Pemerintah juga akan terus berfokus supaya ada keberlanjutan pengembangan ekonomi dengan memanfaatkan ekonomi hijau sembari energi hijau yang jauh lebih ramah lingkungan.
Pemerintah RI sendiri memang telah membuat UU Omnibus Law yang memang tujuannya akan jauh lebih mempermudah seluruh proses perizinan dan juga ada pula pengaturan yang lebih berfokus untuk penawaran mengenai green economy dan juga green energy.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Yong Kim juga menyampaikan apresiasinya kepada Jokowi yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Pasalnya, sejauh ini pengendalian pandemi yang telah dilakukan oleh pemerintah sangat bagus sehingga mampu untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Tanah Air bahkan hingga di atas 5,4 persen dengan angka inflasi yang terus terjaga di bawah 5 persen.
Capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa memang kondisi fundamental perekonomian yang dimiliki oleh Indonesia terus beranjak baik, sebagai perbandingan, bahkan negara sekelas Amerika Serikat saja sempat dilanda inflasi hingga angkanya mencapai 9,1 persen yang menjadi angka terburuk. Selain itu mereka terus mengalami pertumbuhan inflasi hingga dua kuartal beruntun sehingga secara teknis bisa dikatakan telah mengalami kondisi resesi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi saat menerima Delegasi dari Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN menyatakan bahwa presiden menyampaikan komitmen Indonesia untuk bisa menciptakan iklim investasi yang jauh lebih baik. Presiden menyampaikan beragam potensi yang dimiliki Indonesia termasuk di bidang perdagangan, manufaktur, hingga pengembangan industri hilir. Menurutnya, ada tiga hal yang kemudian direspon oleh Jokowi. Pertama adalah soal bagaimana membangun kerja sama di bidang transisi energi. Kepala Negara menegaskan bahwa hal yang terpenting adalah bagaimana teknologi dan investasi diperkuat untuk transisi energi (energi transition).
Menurut Menlu, energi transition juga harus memperhatikan keterjaminan ketahanan energi yang juga kuat karena hal itu sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya memang sejauh ini ketergantngan akan energi juga tidak bisa dikatakan sepele. Selain itu, Jokowi juga menyampaikan perihal masalah digital ekonomi yang tidak bisa terlepas dari kepentingan masyarakat. Retno menambahkan para pengusaha AS-ASEAN juga menyampaikan dukungannya untuk Indonesia dalam menjalankan Presidensi G20 di Bali pada November 2022 mendatang.
Dengan segala kemudahan dan potensi yang dimiliki oleh Indonesia, maka memang menjadi tidak heran kalau negara-negara lain seperti delegasi pengusaha AS-ASEAN sangat tertarik untuk bisa menanamkan modal mereka di Tanah Air bahkan terus ingin lebih meningkatkan lagi nilai investasi mereka.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.