Begini Ungkapan Komisi I DPR RI Soal Kebijakan Bermedia Sosial

Senin, 15 Agustus 2022, pukul 16.30-18.30 WIB, IKP Kominfo dan DPR RI mengadakan Webinar dengan tema Bijak Bermedia Sosial. Acara Webinar ini diisi oleh beberapa narasumber dan pemateri. Acara ini diawali dengan sambutan oleh Bapak 1. Mayjen TNI. Mar. (Purn) Sturman Pandjaitan selaku Anggota Komisi 1 DPR RI Beliau memaparkan materi yaitu :

Mayjen TNI. Mar, (Purn) Sturman Panjaitan selaku pemateri atau narasumber pertama membuka kegiatan dengan salam dan sapa kepada seluruh narasumber serta peserta yang hadir pada ruang zoom meeting. Berbicara “bijak Bermedia Sosial” sejak pandemic covid, membuat penggunaan media sosial sangat berpengaruh pada kehidupan kita, rata rata pada 2021 menghabiskan 3 jam dalam 1 hari dalam mengakses media sosial atau internet, dan 80% populasi manusia di Indonesia, itu menggunakan media sosial sebagai peran aktif didalam kehidupan. Kominfo menemukan ada 9000an lebih di tahun 2018-2021 hoax, konten negative, kekerasan, pornografi, perjudian dan lainnya.

Itulah mengapa perlunya ada arahan, perlunya bijak, dan jangan sampai melanggar koridor serta waspada dalam menggunakan media sosial ini. Bijak bermedia sosial ialah mampu memilah dan memilih apa yang kita lakukan dan kita temukan didalam media sosial.

Jaga etika Ketika bermedia sosial, jangan sampai terjebak atau tertipu. DPR RI bersma dengan Pemerintahan selalu berupaya demi kemajuan dan keamanan masyarakat tertutama dalam dunia digital dan media sosial seperti ini yaitu berupa rancangan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi, ini ada keterkaitannya dengan kasus salah satu brand usaha yang membocorkan data orang lain kepada umum.

Itulah perlunya kita hati hati dan bijak dalam bermedia sosial, terutama dalam melindungi data pribadi kita sendiri.

Dilanjutkan oleh pemateri kedua Gun gun Siswadi selaku Pegiat Literasi Digital, yaitu:
Memberikan paparan “Cerdas dan bijak bermedia sosial” pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7juta orang sudah terakses internet, dan sekitar 69% nya yaitu pengguna media sosial.

Hal itu menjadi suatu peluang dan juga tantangan bagaimana kita dapat mampu memanfaatkan media sosial dengan baik dan bijak dalam bermedia sosial. Pada saat ini hampir semua sector sudah mampu masuk dan bergabung dalam media sosial dan internet, mulai dari transportasi, ekonomi, perdagangan dan sebagainya.

Teknologi ini mampu mendekatkan yang jauh sehingga kita dapat bertemu dan berkumpul diruang zoom meeting seperti ini. Kominfo dan pemerintah berupaya meningkatkan dan memperluas jaringan internet ke daerah daerah 3T yang gunanya agar saudara kita yang di daerah dapat mampu mengakses dan mendapatkan internet dengan maksimal.

Manfaat manfaat bermedia sosial diantaranya yaitu sebagai interaksi sosial, media hibuan, media informasi, menggali kreatifitas dan juga mampu sebagai media pemasaran, namun tetap saja Adapun permasalahan yang juga terjadi dengan adanya media sosia ini, kemudahan akses informasi tidak sejalan dengan kemampuan literasi digital khususnya dalam menggunakan media sosial, yang kedua yaitu terjadinya banjir informasi, banyak masyarakat yang masih mengkonsumsi konten hoax, pornografi, radikalisme, sara, perjudian, serta masih banyak lainnya sehingga keberadaan media sosial dirasa tidak produktif karna penggunaan yang tidak untuk hal – hal yang bermanfaat. Hati hati dengan conten hoax, konten hoax bisa berupa informasi yang disamakan seperti layaknya kebenaran, membuat emosi tidak stabil, provokasi dan pembunuhan karakter, disintegrasi bangsa atau didalam bernegara, maka kenalilah ciri ciri berita hoax.

Kita perlu mempelajari yang Namanya literasi digital, ada 4 perangkat literasi digital, yang pertama yaitu digital skills yaitu kemampuan menggunakan media digital, kedua digital culture yaitu bagaimana kita mampu membangun wawasan kebangsaan dan mengimplementasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari, selanjutkan digital ethic, yaitu bagaimam cara beretika didalam digital. Selanjutnya yaitu digital safety, dimana kita perlu dan wajib menjaga data pribadi kita didalam digital. Kunci dari hal hal yang paling penting yaitu adalah Think before posting, saring sebelum sharing.

Setelah itu dilanjutkan oleh pemateri ketiga yaitu Jeffry Nello Meray selaku Gembala Sidang/Pendeta yaitu:
Menyampaikan tentang . Dewasa ini, penggunaan media sosial sudah sangat marak kita temukan, bagimana hebat dan berkembangnya di era sekarang ini, dengan adanya teknologi yang luar bias aini seolah olah kita berada didalam globe village, yaitu dunia desa, dimana dalam desa Ketika ada informasi akan cepat sampainya ke ujung desa lainnya, begitupun dengan system teknologi dan informasi yang telah sangat berkembang ini. Ini menjadi tugas saya sebagai petugas gereja dan kerohanian¸ ini bukan saja menjadi tugas para pakar namun juga tugas kami sebagai gembala sidang agar mampu mengingatkan dan mengarahkan masyarakat mampu menyaring dan memilah dengan benar sesuai dengan firman Tuhan, dengan nilai nilai moral yang sama. Dimana dalam bermedia sosial kita haruslah bijak dan cerdas seperti yang diutarakan oleh pak gun gun pada paparan materi beliau. Walaupun demikian perkembangan teknologi dan digital serta bermedia sosial, janganlah sampai lalai dan lupa tujuan yan gutama tetaplah iman dan taqwa serta hanya kepada Tuhan lah kita memohon, media sosial bukanlah menjadi tempat atau wadah yang kita dapat gunakan untuk curhat atau meminta, seperti yang dikatakan oleh pak sturman, lebih baik curhatlah kepada Tuhan bukan di media sosial. Selalu saya ingatkan untuk para jemaat dan masyarakat bahwasanya bijak bermedia sosial bukan hanya kita mampu menggunakan media sosial, namun bagaimana kita mampu memilah dan memilih mana baik mana buruk yang dapat kita ambil dari perkembangan teknologi dimasa ini.
Berdasarkan pemaparan materi tersebut maka dapat disimpulkan, pembahasan bijak bermedia sosial yang disampaikan oleh bapak Sturman Panjaita, pak Gun Gun Siswadi dan Bapak Jeffry Nello Meray sepakat bahwa media sosial merupakan ruang public yang ranah dan keberadaannya sudah sangat luas serta dapat diakses oleh siapapun, begitupun perkembangan teknologi yang terjadi di era saat ini. Hal itu menjadikan kita sebagai masyarakat dan pengguna media sosial, harus dan wajib bijak dalam bermedia sosial, dimana kiat kiat yang terkandung didalam media sosial itu sudah sangat luas sehingga bukan hanya nila posisif yang terdapat didalamnya, namun juga banyak nya konten negative dan hoax yang harus kita pahami agar kita tetap bijak dalam bermedia sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.