Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia Sudah Tepat

Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia Sudah Tepat

Oleh : Panji Saputra

Kasus terkonfirmasi Covid-19 secara umum telah melandai di Indonesia, hal ini telah berlangsung beberapa bulan kebelakang. Kondisi seperti inilah yang membuat perekonomian kembali hidup dan aktifitas di sekolah sudah mulai berangsur normal.

Penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktifitas belanja juga menjadi bukti bahwa Pandemi Covid-19 di Indonesia telah mendapatkan penanganan yang baik.

Selain itu, sektor pendidikan juga telah aktif menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kontribusi tenaga kesehatan dari berbagai profesi amatlah signifikan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 agar benar-benar terkendali.

Dirinya sempat mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah meminta kepada dirinya untuk mempersiapkan skenario dalam upaya mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi.
Seluruh fase pandemi di dunia, pada akhirnya akan selalu menjadi endemi, hanya saja hal tersebut membutuhkan persiapan.

Merujuk sejarah pandemi di dunia, Budi mengatakan bahwa hal tersebut membutuhkan banyak faktor pertimbangan untuk mengubah pandemi menjadi endemi.

Tidak hanya faktor kesehatan saja, ada pula faktor politik dan sosial budaya yang menjadi pertimbangan bagi seorang pimpinan negara maupun dunia yang mengubah hal tersebut dari Pandemi menjadi endemi.

Sesuai masukan dari para epidemiolog, laju penularan atau reproduction rate (Rt) harus ditekan di bawah 1 dalam rentang tiga hingga enam bulan, serta cakupan vaksinasi dua dosis minimal mencapai 70 persen dari populasi.

Prof. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menakankan, keberhasilan pada masa transisi pandemi menuju endemi ditentukan dari perilaku aman yang dijalankan masyarakat pada saat beraktivitas sehari-hari.

Pada prinsipnya, peluang penularan Covid-19 tidak dapat dielakkan. Cara terbaik untuk menekan peluang penularan semaksimal mungkin yaitu dengan menutupi setiap celah penularannya baik saat sebelum, dalam perjalanan maupun sesudahnya.
Wiku mengatakan, supaya negara dapat berhasil melewati masa transisi, beberapa perilaku aman untuk menjalankan produktivitas saat masa pandemi Covid-19 melalui disiplin protokol kesehatan haruslah diterapkan.
Saat ini Kementerian Kesehatan melalui tim Digital Transformation Office berupaya melakukan digitalisasi kesehatan melalui sembilan aktivitas yang sedang dan akan berjalan, salah satunya digitalisasi dan integrasi layanan kesehatan melalui aplikasi sehingga terwujud efisiensi pelayanan pada tingkat puskesmas, klinik, rumah sakit, laboratorium dan apotek.
Setiaji selaku Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa aplikasi rekam medis atau medical record juga akan tersedia di Indonesia.
Selain menurunkan angka penularan, teknologi juga bisa berperan sebagai sarana menangkis berbagai hoaks kesehatan termasuk Covid-19. Para tenaga medis juga bisa menjadi narasumber yang kredibel dalam mengisi ruang digital untuk memberikan informasi yang benar pada masyarakat sekaligus menangkal hoax.
Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi memiliki peran dalam merubah pandemi Covid-19 menjadi endemi baik dari sisi membantu menurunkan angka penularan melalui edukasi penerapan protokol kesehatan maupun meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19. Kedua hal tersebut menjadi komponen penting yang menyokong, serta bisa mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi di Indonesia.
Pada kesempatan berbeda, Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mendorong pemerintah untuk tidak melakukan intervensi dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebab kasus covid-19 telah melandai. Di sisi lain, antibody covid-19 pada masyarakat juga sudah naik.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sudah tidak perlu lagi menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seperti yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Di sektor ekonomi, pertumbuhah ekonomi di Indonesia juga relatif bagus dalam tiga kuartal ini, dengan tumbuh rata-rata di atas 5 persen dan inflasi 4,9 persen seiring membaiknya penanganan pandemi covid-19.
Pemerintah juga terus menyediakan pasokan pangan agar harga tetap terjangkau dan inflasi tetap stabil dalam sasaran yang sudah ditetapkan, meski harga BBM mengalami kenaikan.
Sebelumnya, Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pendekatan ilmiah ini membuat ruang improvisasi agar taktik penanganan lebih cepat dan efisien.
Nadia mengungkapkan, kebijakan berbasis data akan membuahkan hasil. Salah satunya upaya menjaga tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit Covid-19 seminimal mungkin.
Saat ini sudah banyak pula Kantor yang menerapkan Work From Office (WFO), meski adapula yang masih menerapkan WFH (Work From Home) karena alasan efisiensi.
Di sisi lain, pemerintah juga telah memperbolehkan masyarakat untuk membuka masker saat berada di luar ruangan, hal tersebut menjadi pertanda bahwa Covid-19 saat ini tidak berada di tingkat yang mengkhawatirkan.
Oleh karena itu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia bisa dikatakan sudah tepat, dalam menerapkan kebijakan, pemerintah selalu mengkaji apa yang terjadi. Jika angka penularan menurun, pemerintah akan melonggarkan pembatasan kegiatan agar perekonomian menjadi semakin meningkat.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *