Deliknews-Aceh Besar-Pada hari ini Jum’at, tanggal 18 November 2022 sekira Pukul 08.00 wib, bertempat di warung kopi “CEK BI ” Pasar Lhoknga Gp. Mon Ikeun Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar telah berlangsung kegiatan *Jum’at Curhat Bersama Kapolres Aceh Besar dengan Perwakilan Tokoh Masyarakat Kec. Lhoknga, Leupung, Lhong dan Pulau Aceh.*
Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustaman, S.I.K, M.H., Anggota DPR Kab. Aceh Besar Sdr. Mukhti, Kabag Ops Polres Aceh Besar AKP Hadidin, S.H, M.H, Kasat Reskrim AKP Ferdiyan Chandra, S,Sos, M.H., Kasat Intelkam Iptu Syatria Putra, Kasat Lantas Rina Bintar Handayani, S.I.K. M.M, Kasat Resnarkoba AKP Ismail, S.H., Kasie Humas AKP Ibrahim, Kapolsek Lhoknga Iptu Alven Febrino, SE., Kapolsek Leupung Iptu Husni, SH., Kapolsek Lhong IPDA Nasril Achmad, SH., Tgk Abdul Wahid (Ketua FPI Aceh), Perwakilan Tokoh Masyarakat dari Kecamatan Lhoknga, Leupung, Lhong dan Pulo Aceh, dan Wartawan dari media cetak, online dan elektronik.
Kapolres Aceh Besar menyampaikan bahwa Program Curhat Jumat ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung permasalahan Kamtibmas dan Proses Penegakan Hukum yang ada diWilkum Aceh Besar dan juga memonitor sejauh mana Efektifitas Program *”Peugah Bak Pak Kapolres”* yang telah disosialisasikan beberapa waktu lalu.
Adapun dari beberapa perwakilan Masyarakat Lhoong ketua Mahkamah Adat Kecamatan Lhoong bapak Mujiburahman menyampaikan keluhan tentang adanya tumpahan CPO djalan yg sangat membahayakan penggunanya jalan dan yg kedua banyaknya masyarakat yg bermain game judi online.
Tgk Abdul Wahid Tokoh Agama Lhoknga menyampaikan Bahwa siap Mendukung Program Polri dalam berAmar Ma’aruf Nahi Mungkar.
Program saat ini dlm hal Pendidikan, Giat Bantuan Sosial ke Masyarakat yg mendapat musibah, melakukan amar Maaruf Nahi Mungkar mendukung Program Penegakan Hukum.
Adapun dari beberapa perwakilan masyarakat Leupung Panglima Laot Leupung menyampaikan tentang sulitnya para Nelayan mendapatkan BBM. Sehingga berdampak terhadap mata pencaharian nelayan.
Adapun dari perwakilan Pulo Aceh (Sekdes Pulo Aceh) menyampaikan keluhaan kurangnya pos Polisi di Pulo Nasi sehingga apabila ada keluhaan masyarakat atau laporan Masyarakat. Masyarakat harus menyebrangi lagi ke Pulo Breuh. Sehingga masyarakat sangat sulit berkoordinasi dngn pihak kepolisian.Harapan agar di buatkan pos pol di Pulo Nasi.
Adapun dari perwakilan masyarakat Lhoknga disaampaikan oleh ketua mukim Lampuuk bapak Mutaran tentang keamanan apabila ada masyarakat dr luar kecamatan Lhoknga yg ingin berdomisili di wilayah kecamatan Lhoknga agar memiliki surat catatan kepolisian dr tempat asal nantinya warga tersebut terdeteksi bahwa yg bersangkutan baik sblm tinggal di wilayah Lhoknga, berharap agar di pantai Lampuuk dibuatkan pos SAR. untuk memudahkan masyarakat melapor apabila ada yg laka laut.
Masyarakat Lhoknga melalui ketua mukim Lampuuk berterimah kasih kepada pihak Polsek Lhoknga Yang selama ini terus melakukan sosialisasi mengingatkan KPD pengunjung Pantai agar berhati2 saat berenang. Menjaga memantau sanak famili yg sedang berenang kepada pengunjung pantai.
Adapun keluhan yg disampaikan oleh anggota DPRK Abes dr Lhoknga Muhti menyampaikan apabila ada permasalahan antara PT SBA dengan Masyarakat Lhoknga agar secepatnya diselesaikan agar nantinya tidak mengarah ketindakan demo.(Ali Sadikin)
