Sebut 1 Juta Orang Asia Diperbudak VOC, PM Belanda Minta Maaf

- Tim

Selasa, 20 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf atas perbudakan yang dilakukan oleh Belanda selama masa penjajahan yang berlangsung selama ratusan tahun. Rutte secara spesifik menuturkan bahwa kejahatan perbudakan merupakan fakta sejarah yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah Belanda mencatat bahwa hingga tahun 1814, lebih dari 600.000 wanita, pria, dan anak-anak Afrika yang diperbudak dikirim ke benua Amerika di bawah kondisi yang memprihatinkan oleh para pedagang budak Belanda.

“Kebanyakan ke Suriname, tetapi juga ke Curaçao, Sint Eustatius dan tempat lainnya. Mereka diambil dari keluarganya, direndahkan, diangkut seperti ternak dan dirawat. Seringkali di bawah otoritas pemerintah Perusahaan India Barat.”

Baca Juga :  Airlangga: Presiden Tak Akan Hadiri Kampanye Akbar Prabowo-Gibran

Sementara di Asia, antara 660.000 dan lebih dari 1 juta orang – Belanda bahkan tidak tahu persisnya – diperdagangkan di wilayah-wilayah yang berada di bawah otoritas Perusahaan Hindia Timur Belanda atau VOC. Adapun permintaan maaf itu ditujukan Rutte kepada semua orang yang diperbudak dan yang menderita akibat tindakan itu, kepada putri dan putra, termasuk semua keturunan korban perbudakan Belanda pada masa lalu hingga saat ini

Sayangnya permintaan maaf Rutte tidak termasuk Indonesia, negara yang pernah mengalami penjajakan langsung oleh Belanda sejak tahun 1800-an. Rutte hanya sesekali menyebut istilah Hindia Belanda dan VOC, dia secara spesifik tidak mengajukan permintaan maaf kepada pemerintah Indonesia.

“Perdana Menteri menyampaikan permintaan maafnya di Arsip Nasional di Den Haag di hadapan perwakilan organisasi yang mengadvokasi pengakuan konsekuensi perbudakan,” demikian dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (20/12/2022). Rutte memandang bahwa jumlah ini tidak bisa dipercaya.

Baca Juga :  Bagi-bagi Beras di Maros, Jokowi Inisiatif Beri Bantuan Pangan

Penderitaan manusia di baliknya bahkan lebih tak terbayangkan. “Tak terhitung kisah dan kesaksian yang bertahan yang membuktikan betapa kekejaman dan kesewenang-wenangan tidak dibatasi dalam sistem perbudakan,” jelasnya. “Untuk ini saya minta maaf atas nama pemerintah Belanda.”

Berita Terkait

Bertemu Dubes Indonesia untuk Saudi, Menaker Bahas Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran
Donald Trump Pernah Tawari Elon Musk Social Truth
Menang Telak Pilpres Rusia, Erdogan Berikan Selamat
Pilpres Rusia, Putin Menang Telak!
Di Negara Pakistan, Pemuda Dihukum Mati Ketika Hina Nabi Muhammad di WhatsApp
Lewat Festival Songkran, Thailand Akan Gelar Musik Berdansa
Duta Besar Negara Sahabat Serahkan Surat ke Jokowi!
Baru-baru Ini, 37 Warga Palestina Tewas Usai Diserang Israel

Berita Terkait

Sabtu, 30 Maret 2024 - 16:03 WIB

Bertemu Dubes Indonesia untuk Saudi, Menaker Bahas Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran

Selasa, 19 Maret 2024 - 08:52 WIB

Donald Trump Pernah Tawari Elon Musk Social Truth

Selasa, 19 Maret 2024 - 08:48 WIB

Menang Telak Pilpres Rusia, Erdogan Berikan Selamat

Senin, 18 Maret 2024 - 17:23 WIB

Pilpres Rusia, Putin Menang Telak!

Selasa, 12 Maret 2024 - 09:54 WIB

Di Negara Pakistan, Pemuda Dihukum Mati Ketika Hina Nabi Muhammad di WhatsApp

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:21 WIB

Lewat Festival Songkran, Thailand Akan Gelar Musik Berdansa

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:16 WIB

Duta Besar Negara Sahabat Serahkan Surat ke Jokowi!

Selasa, 13 Februari 2024 - 16:23 WIB

Baru-baru Ini, 37 Warga Palestina Tewas Usai Diserang Israel

Berita Terbaru

Regional

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 Apr 2024 - 22:26 WIB

Sumatera Selatan

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi

Kamis, 18 Apr 2024 - 20:32 WIB