Tjandra Sridjaja Diduga Kemplang Dana Perguruan Karate Senilai Rp11 Milyar

- Pewarta

Minggu, 19 Maret 2023 - 18:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perguruan pembinaan mental Kyokushinkai (PMK) karate -do Indonesia

Perguruan pembinaan mental Kyokushinkai (PMK) karate -do Indonesia

Surabaya – Tjandra Sridjaja Pradjonggo pemilik gedung Sridjaja di jalan Mayjen Sungkono Surabaya, diduga membawa kabur uang perguruan pembinaan mental Kyokushinkai (PMK) karate -do Indonesia senilai Rp11 Milyar.

Terungkapnya kasus itu, setelah para pemegang sabuk hitam melakukan audit terhadap rekening BCA yang menjadi penampung uang yang digagas dalam bentuk arisan.

“Tahun 2007, kami yang tergabung dalam perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia bersepakat untuk mengumpulkan uang” ujar Bambang Haryo, salah satu anggota Kyokushinkai Karate-do, Kamis (16/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik sapaan akrab BHS ini menyebutkan, uang yang dikumpulkan itu sebetulnya digagas dalam bentuk arisan, dan kemudian di sumbangkan untuk pengembangan pembinaan mental karate di Kyokushinkai Karate-Do Indonesia diseluruh wilayah Tanah Air Indonesia.

Sebagian besar para peserta arisan itu adalah pemegang sabuk hitam. Jumlah para pemegang sabuk hitam yang ikut dalam arisan, sekitar 300 orang. Masing-masing pemegang sabuk hitam, ikut satu nomer.

“Banyak juga yang memegang arisan sampai 10 nomor, termasuk saya. Dan uang arisan yang disepakati besarnya Rp. 250 ribu yang ditarik setiap bulannya”Ungkap BHS

Uang yang dikumpulkan para peserta, kemudian ditaruh atau dimasukkan ke rekening khusus yang dinamakan rekening penampungan. Pada pelaksanaan arisan periode pertama, saya sendiri (BHS-red) ditunjuk sebagai bendahara.

Baca Juga :  Pilwali Surabaya, Gerindra Ngincer Bambang Haryo

Arisan itu, sambung BHS, masa berlaku per-periodenya selama 40 bulan atau tiga tahun lebih. Jika periode pertama habis, akan dilanjutkan ke periode selanjutnya yaitu periode kedua.

“Sebelum dipindahkan ke rekening penampungan yang sudah disepakati, seluruh uang arisan yang masih tersisa di rekening penampungan sebelumnya, akan dilakukan audit terlebih dahulu”Katanya.

Sejak periode pertama hingga periode ketiga, lanjut Anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini, tidak pernah ada masalah, hasil audit keuangannya selalu wajar. Namun, setelah periode keempat dibawah kendali Tjandra Sridjaja barulah menemui masalah.

“Uang arisan yang ketika itu jumlahnya Rp.11 miliar lebih tiba-tiba lenyap. Sebagaimana hasil audit diketahui bahwa sebagian besar uang-uang tersebut ditransfer ke beberapa rekening milik orang lain. Saat ini, sambung BHS, berdasarkan informasi yang diterima dari ketua Perkumpulan Forum Pemegang Sabuk Hitam, saldo yang tersisa di Bank BCA KCU Darmo dengan nomor rekening 088355xxxx hanya senilai Rp16 juta per 31/03/2022 dan arisan periode ke empat berakhir di tahun ini” Imbuh BHS.

Baca Juga :  Kongsi China dibalik LRT Palembang, Bambang Haryo : Rakyat Dibodohi

Berbuntut Perkara

Alumni ITS Surabaya ini kembali melanjutkan, Forum pemegang sabuk hitam sebetulnya tidak ingin membawa masalah ini terlalu jauh, hanya menuntut hak-hak peserta arisan senilai Rp11 Milyar kepada Tjandra Sridjaja yang memegang kendali atas rekening penampungan itu.

Bukannya berithikad baik, Tjandra justru menghadapkan para pemegang sabuk hitam dengan hukum.

“Ketua Arisan, Rudy Hartono yang mempertanyakan raibnya uang arisan itu ke Tjandra Sridjaja Pradjonggo melalui surat tertutup. Namun, Tjandra Sridjaja memerintahkan Erick Sastrodikoro untuk membuat laporan dikepolisian”Tukasnya

Atas perintah Tjandra Sridjaja itulah Erick kemudian melaporkan Rudy Hartono dan Liliana Herawati ke Polrestabes Surabaya dengan tuduhan melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, pasal 310 KUHP tentang fitnah dan pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku percaya kepada Polrestabes Kota Surabaya. Dia berharap, persoalan ini dapat diselesaikan dengan jalan yang terbaik.

“Prinsipnya, semua warga negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum tidak ada yang punya super power dan tidak ada yang paling kuat dihadapan hukum. Apalagi, saat ini Kepolisian sedang berbenah dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri” Tukas BHS.

Baca Juga :  Gerindra Sebut Bambang Haryo Pertama Kembalikan Formulir Bacabup Sidoarjo

BHS berharap, Kepolisian dapat menerapkan prinsip sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Terutama masyarakat yang sedang meminta hak-haknya kembali. Maka, duduk perkara ini dibuka secara terang benderang, sehingga dapat ditempuh secara bijaksana, bukan berarti di kriminalisasi. Tutup BHS.

Bantahan Pihak Tjandra

Dilansir surayabaupdate.com, pihak Tjandra Sridjaja diwakili oleh sekertaris Jenderal (Sekjen) Perkumpulan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia membantah jumlah itu. Secara tegas Erick Sastrodikoro mengatakan, bahwa uang arisan yang dikelola perkumpulan, jumlahnya Rp. 7 miliar lebih.

“Kalau uang arisan dikatakan Rp. 11 miliar, siapa yang bilang? Orang yang bicara itu suruh nunjukkan bukti-buktinya,” hardik Erick Sastrodikoro didampingi Bambang Irwanto dan beberapa pengurus perkumpulan.

Awalnya, lanjut Erick, begitu gagasan untuk membuat arisan tersebut dijalankan, memang uang-uang tersebut didapat dari donasi para karateka yang peduli terhadap kelangsungan hidup perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia termasuk para pelatihnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Namun, seiring berjalannya waktu, uang donasi para karateka itu tidak hanya didapat dari sumbangan pribadi saja, termasuk para pemegang sabuk hitam,” ungkap Erick.

Berita Terkait

Bambang Haryo Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Wisnu Sakti Buana
Kisruh Kyokushinkai, Tim Hukum : Apakah Yunus Jadi Corong Kejaksaan?
Gelarkarya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 3 Tuban
Selamat, Bambang Haryo Kembali Jabat Ketua IPSI Kota Surabaya
Seleksi O2SN Tuban, Cabor Karate di Ikuti Puluhan Siswa
Bambang Haryo Terima Anugerah Penghargaan DAN 3 Kehormatan PMK Kyokushinkai
Sambangi Sekolah di Pesisir Sidoarjo, Bambang Haryo Sebut Pendidikan Kunci Kesejahteraan Bangsa
Sambut Kepala Sekolah Baru, Ini Harapan Komite SMP Negeri Satu Atap Gemarang.

Berita Terkait

Selasa, 30 Mei 2023 - 20:59

Polda Sumbar Amankan 4 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi Pada 2 SPBU

Selasa, 30 Mei 2023 - 15:16

Goro Latsitarda, Rahmat Rinaldi Dorong Pelajar Aia Manggih Utara Jadi Taruna

Sabtu, 27 Mei 2023 - 20:51

Pasar Raya Padang Segera Dibangun, Andre : Terimakasih Pak Jokowi

Rabu, 24 Mei 2023 - 16:55

Kombes Irhamni Utusan Kapolri Berantas PETI di Sumbar Bukan Orang Sembarangan

Selasa, 23 Mei 2023 - 15:30

Polres Pasbar Tak Temukan PETI, Kapolri Perintahkan Bareskrim Turun Tangan

Selasa, 23 Mei 2023 - 13:06

Jaksa Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Terdakwa PETI Pasbar

Selasa, 23 Mei 2023 - 11:04

Temukan Butiran Emas dan 29 Pondok, Bareskrim Buru Pelaku PETI Sumbar

Senin, 22 Mei 2023 - 23:19

Tim Utusan Kapolri Tak Berhasil Tangkap Pelaku PETI di Sumatera Barat

Berita Terbaru

Regional

Erlina Zebua Dijatuhi Hukuman 14 Hari Penjara

Sabtu, 27 Mei 2023 - 09:47