Penyalur PMI Ilegal Ditangkap, 10 Warga Sumbar Terjebak dalam Perdagangan Orang

- Tim

Selasa, 20 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers dipimpin oleh Kapolda Sumbar, Irjen Suharyono, Selasa 20 Juni 2023.

Konferensi pers dipimpin oleh Kapolda Sumbar, Irjen Suharyono, Selasa 20 Juni 2023.

Padang – Tim Satuan Tugas Gabungan Penegakan Hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Sumatera Barat (Sumbar) telah berhasil menangkap seorang wanita sebagai penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Malaysia. Tersangka yang berinisial W dan merupakan warga Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, diduga terlibat dalam jaringan perdagangan orang yang merugikan 10 warga Sumbar.

Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolda Sumbar, Irjen Suharyono disebutkan bahwa para korban dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga hingga di perusahaan kilang es di Malaysia. Namun, setelah tiba di Malaysia, mereka tidak menerima gaji yang dijanjikan. Gaji yang seharusnya diberikan kepada korban justru diambil secara diam-diam oleh agen yang kemudian membagikannya kepada tersangka. Akibatnya, selama bekerja, korban tidak mendapatkan gaji yang seharusnya mereka terima.

Kondisi korban semakin diperburuk dengan kesulitan hidup di Malaysia dan penyekapan yang dilakukan oleh majikan mereka. Mereka juga tidak bisa kembali ke Indonesia karena visa dan paspor mereka disimpan oleh majikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap orang atau kelompok yang menawarkan pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji besar.

Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, menjelaskan bahwa tersangka sebagai penyalur menggunakan berbagai cara agar para korban tertarik bekerja di luar negeri. Tersangka menjamin pekerjaan dan mengurus keberangkatan ke Malaysia termasuk biaya perjalanan, paspor, dan visa. Namun, setelah mendapatkan majikan, tersangka meminta gaji tiga bulan ke depan plus fee, sehingga dia mendapatkan keuntungan dari situ.

Gaji yang seharusnya diterima oleh korban selama tiga bulan mencapai 7.000 ringgit atau sekitar Rp 22 juta. Gaji tersebut kemudian dibagikan kepada sindikat yang melibatkan tersangka.

Polda Sumbar terus melakukan pendalaman kasus ini, dan tersangka diketahui pernah tinggal di Malaysia dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga dia memiliki pemahaman mengenai kondisi di sana.

Seluruh korban TPPO yang berjumlah 10 orang, terdiri dari empat perempuan dan enam laki-laki, telah dievakuasi ke Selter KBRI Malaysia setelah mengirimkan video terkait kondisi mereka yang terancam keselamatan. Saat ini, proses pemulangan korban sedang diajukan ke bagian keimigrasian.

“Namun tidak dapat dipulangkan dalam waktu dekat (pulang bersama Satgas Gakkum TPPO) mengingat (ada) korban sedang dalam kondisi hamil delapan bulan dan paspor sedang ditahan oleh mantan majikan,” ungkapnya.

Berita Terkait

Empat Paket Proyek Pemkab Padang Pariaman Rp25 Miliar Diduga Kurang Volume dan Tak Sesuai Spesifikasi Kontrak
Proyek Food Estate dan Sentra Produksi Pangan Padang Pariaman Diduga Kurang Volume dan Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak
Dua Anggota DPRD Kota Padang Resmi di PAW
Terkait Kasus Hutan: Aspidsus Kejati Sumbar Perluas Pemeriksaan, Termasuk Keluarga Bupati Solok Selatan
Bupati Tanah Datar Bungkam Dikonfirmasi Dugaan Mark Up Harga Pengadaan Seragam Siswa
P2NAPAS Laporkan Dugaan Penggelapan Kredit KUR BRI Pasaman ke OJK
DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna Tutup Masa Sidang I dan Buka Masa Sidang II Tahun 2024
DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ APBD Tahun 2023

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:52 WIB

Empat Paket Proyek Pemkab Padang Pariaman Rp25 Miliar Diduga Kurang Volume dan Tak Sesuai Spesifikasi Kontrak

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:39 WIB

Proyek Food Estate dan Sentra Produksi Pangan Padang Pariaman Diduga Kurang Volume dan Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak

Senin, 13 Mei 2024 - 22:08 WIB

Dua Anggota DPRD Kota Padang Resmi di PAW

Sabtu, 11 Mei 2024 - 01:15 WIB

Terkait Kasus Hutan: Aspidsus Kejati Sumbar Perluas Pemeriksaan, Termasuk Keluarga Bupati Solok Selatan

Kamis, 9 Mei 2024 - 19:19 WIB

Bupati Tanah Datar Bungkam Dikonfirmasi Dugaan Mark Up Harga Pengadaan Seragam Siswa

Kamis, 2 Mei 2024 - 10:41 WIB

P2NAPAS Laporkan Dugaan Penggelapan Kredit KUR BRI Pasaman ke OJK

Selasa, 30 April 2024 - 23:17 WIB

DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna Tutup Masa Sidang I dan Buka Masa Sidang II Tahun 2024

Selasa, 30 April 2024 - 22:29 WIB

DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ APBD Tahun 2023

Berita Terbaru

Regional

Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab

Senin, 20 Mei 2024 - 13:53 WIB

Regional

Firman Giawa Hadiri Perayaan HUT BKPN Ke – 30 Tahun

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:26 WIB