Pesisir Selatan, – Pengelolaan keuangan Edotel Langkisau oleh SMKN 1 Painan semakin mengemuka. Kepala SMKN 1 Painan, Gusrial, mengungkapkan bahwa ia tidak menerima laporan keuangan Edotel Langkisau saat serah terima jabatan dengan pendahulunya pada 3 April 2023.

Sedangkan mantan Kepala SMKN 1 Painan, Syamsul Mardan, mengklaim bahwa laporan keuangan Edotel Langkisau berada di tangan pengurus tefa. Namun, upaya konfirmasi terkait sisa kas Edotel Langkisau sejak tahun 2019 hingga akhir kepemimpinannya oleh Syamsul Mardan yang kini menjabat sebagai Kepala SMKN 9 Padang, tidak mendapatkan tanggapan.

Bukan hanya laporan keuangan, pertanyaan mengenai perawatan fasilitas Edotel Langkisau dari tahun 2019 hingga 2023 juga mengemuka. Namun, baik Syamsul Mardan maupun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Sumatera Barat, Muslim Arif, tampak enggan memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Sumatera Barat, Muslim Arif, yang dihubungi untuk memberikan klarifikasi, mengaku belum dapat memberikan tanggapan. Alasan yang disampaikannya adalah belum mengenal dengan baik wartawan yang mengonfirmasi dan belum memahami tujuan dari informasi yang diminta.

Meskipun wartawan telah mencoba menjelaskan bahwa ia sudah perkenalkan diri ketika konfirmasi melalui WhatsApp dan menyebutkan informasi yang dikonfirmasikan untuk kepentingan pemberitaan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Muslim Arif, tetap tidak memberikan penjelasan yang diharapkan. Bahkan, ia mengakui sempat memblokir akun WhatsApp wartawan yang berusaha mengonfirmasi mengenai Edotel Langkisau, dengan alasan belum kenal.

Padahal pada tanggal 8 Juni 2023, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Sumatera Barat, Muslim Arif, pernah mengirim pesan WhatsApp kepada wartawan deliknews.com yang berisi perkenalan diri. Namun, dalam konteks saat ini, Kacabdin tersebut tetap enggan untuk memberikan penjelasan terkait Edotel Langkisau.

Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Painan, Gusrial, menjelaskan bahwa Edotel Langkisau saat ini tidak lagi disewakan, melainkan digunakan untuk keperluan pembelajaran anak-anak dan praktek dalam bidang perhotelan. Fasilitas tersebut juga digunakan sebagai tempat rapat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Sumatera Barat tanpa dikenakan biaya sewa.

Namun, pernyataan Gusrial mengenai kondisi fasilitas Edotel Langkisau yang tidak memadai dan rusak menciptakan pertanyaan mengenai bagaimana perawatan terhadap aset daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat itu selama disewakan pada tahun – tahun sebelumnya.

Dalam situasi di mana informasi terkait pengelolaan dan perawatan Edotel Langkisau masih sulit ditemukan, masyarakat semakin mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset publik yang seharusnya dijaga dengan baik oleh pihak berwenang.