Malaka, NTT, deliknews- Terputusnya jalan usaha tani sudah beberapa tahun, lantaran tidak diperhatikan oleh pihak pemerintah Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur(NTT)

Dengan adanya terputusnya jalan yang berjarak sekitar 20 meter itu, sehingga menghambat aktifitas para petani pada saat musim hujan, seperti mengangkat jagung atau hasil lainnya dari kebun kerumah.

Tokoh Maayarajat Desa Leunklot, Paulus Seran Nurak, mengatakan dengan adanya terputus jalan usaha tani sudah sekitar 6 tahun lantaran tidak diperbaikan.
Melainkan, tidak diperhatikan oleh pihak pemerintah desa maupun pemerintah Kabupaten Malaka, ungkap Paulus Seran Nurak, dirumahnya Selasa(3/1/2024)

” Kami warga desa Leunklot, sudah sekitar 6 tahun mengelami kesulitan pada musim hujan untuk ke kebun. Karena dengan adanya jalan terputus. Dan terputusnya jalan, disertase longsoran tanah dengan kedalaman tebing sekitar 10 m, juga jaraknya srkitar 20 m, ” kendatinya.

Terputusnya jalan usaha tani dengan longsornya tanah tersebut, karena akibat dari erosi. Oleh karena ada erosi tanah, maka pada saat musim hujan warga tidak bisa melintas kekebun Karena arus air-Nya sangat deras seperti kali kecil.

” Oleh karena masyarakat mengelami kesulitan petani kekebun, maka diharapkan pada pihak pemerintah desa sampai dengan pemerintah kabupaten untuk mengambil sikap dan tindakannya supaya bisa kami ke kebun,” ujarnya.

Pada tempat yang sama, tokoh Adat, Hendrikus Seran Manek, senada dengan Paulus Seran Nurak, bahwa jalan usaha tani yang putus, bukan saja untuk petani warga desa Raiksouk desa Leunklot, akan tetapi juga digunakan oleh desa lain, seperti Desa Biris Kecamatan Wewiku, karena jalan tersebut penghubung anatara warga desa Biris dan desa leunklot. Bebernya.

” Jalan yang sementara putus sangat merugikan kami selaku warga petani, karena pekerjaan atau penghasilannya, hanya satu-satunya dari hasil tani. Jadi kami sangat mengharapakan pada pihak pemerintah supaya bisa mendengar keluhan kami ini.

Dan jalan usaha tani, memang tepat dipinggir kampung tetapi digunakan oleh warga desa Biris. Jadi saya sangat mengharapkan kepada pihak yang pemerintah, juga Bapa Bupati Malaka, agar bisa memperhatikan terputusnya jalan ini. Pungkasnya(Dami Atok)