Jakarta – Kereta Lokal Bandung Raya yang kini disebut sebagai Commuter Line Bandung Raya (Baraya), adalah layanan kereta api ekonomi yang dioperasikan oleh KAI Commuter. Pada Jumat (5/1/2024) pagi ini, Commuter Line Bandung Raya mengalami insiden kecelakaan dengan KA Turangga di wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Berikut catatan sejarah dan insiden Commuter Line Bandung Raya:

KAI Commuter dalam Peta Rute Wilayah II Bandung dan sekitarnya, mencatat Commuter Line Bandung Raya menempuh jarak sejauh 42 km dalam waktu sekitar 2 jam. Kereta dengan lebar sepur 1.067 mm ini memiliki kecepatan operasional 10-90 km/jam.

Jika dilihat dari penyesuaian 25 jadwal perjalanan Commuter Line Bandung Raya dan Commuter Line Garut, mulai tanggal 1 Januari 2024 Commuter Line Bandung Raya memiliki waktu keberangkatan bervariasi. Dimulai dari keberangkatan paling awal pukul 04.55 WIB dan paling akhir pukul 21.24 WIB.

Dari laman resmi KAI Commuter juga dijelaskan rute kereta berangkat jika dari Padalarang, maka rute akan berlanjut melewati Gadobangkong, Cimahi, Cimindi, Ciroyom, Stasiun Bandung, Cikudapateuh, Kiaracondong, Gedebage, Cimekar, Rancaekek, Haurpugur dan berakhir di Cicalengka. Kereta api ini berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya kecuali Stasiun Andir yang masih dalam tahap pembangunan.

Kereta api Commuter Line Bandung Raya melintasi lima wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Terdapat pula rute yang lebih panjang, dari Cicalengka menuju Purwakarta, meskipun dengan frekuensi perjalanan yang lebih sedikit daripada rute Padalarang-Cicalengka. Sesuai dengan grafik perjalanan kereta api (GAPEKA) 2023, Commuter Line Baraya memiliki 40 perjalanan dua arah dan 6 perjalanan Commuter Line Garut yang mendukung Commuter Line Baraya.

Kereta ini pertama kali beroperasi dengan menggunakan rangkaian kereta rel produksi tahun 1982. Tahun berganti tahun, rangkaian kereta ini terus mengalami pembaruan, hingga berbagai pengembangan salah satunya pada infrastruktur stasiun-stasiunnya. Termasuk salah satunya wacana untuk mengkonversi rangkaian kereta api ini menjadi kereta rel listrik.

Hal ini bersinggungan dengan perubahan nama layanan kereta api yang mulanya “KA Bandung Raya Ekonomi”, pada 1 Juli 2023 menjadi “Commuter Line Bandung Raya”. Penyebutannya kemudian disingkat menjadi Commuter Line Baraya atau CL Baraya. Selain untuk mempermudah penyebutan, baraya dalam bahasa Sunda dikenal artinya saudara.

Wacana Commuter Line Baraya akan berubah menjadi Kereta Rel Listrik (KRL) bakal dilakukan pada 2024. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Dadang Darmawan usai audiensi bersama Dirjen Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub dalam keterangan yang diterima, Senin (20/1/2023) lalu. Konversi kereta menjadi KRL ini juga masuk sebagai salah satu feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang telah beroperasi.