Surabaya – Kapal dagang milik Israel ZIM Trade dikabarkan bakal berlabuh di 4 pelabuhan Indonesia termasuk di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi menyebutkan dirinya tidak akan memberikan izin sejak awal.

“Sama (tidak memberi izin). Kalau Kemenhub nggak mengeluarkan izin, kami juga nggak keluarkan,” kata Eri ditemui di Jalan Jimerto, Jumat (5/1/2023).

Eri mengaku saat dirinya mengetahui bahwa Kemenhub tidak memberikan izin dia pun merasa bersyukur. Karena menurutnya Pemkot Surabaya sejalan dengan kementerian.

“Alhamdulillah kementerian menolak. Sama. Kami sejak awal (juga) menolak,” ujarnya.

Eri mengaku memang ada laporan akan ada kapal dagang dari Israel yang akan berlabuh di Indonesia. Salah satunya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Awal ada, setelah itu kami sampaikan tidak bisa. Kami tidak menerima kapal itu. Karena tidak ada keputusan dari negara, kan ini antar negara. Setelah itu kami sampai ke kementerian, ada yang bertugas di sana,” katanya.

Namun, Eri sendiri tidak tahu kapan kapal dagang Israel itu akan berlabuh di 4 pelabuhan Indonesia, termasuk di Surabaya.

“Kami ga tahu kapan datangnya. Kami nggak tahu,” katanya.

Sebelumnya, kabar soal kapal dagang asal Israel yang akan berlabuh di Indonesia ini heboh di media sosial usai akun Instagram Komandan Satuan Operasi Khusus Netizen julid Anti Israel Erlangga Greschinov @greschinov mengunggah surat terbuka kepada Menhub Budi Karya Sumadi.

Dalam unggahannya dia sebutkan bahwa kapal ZIM Trade akan berlabuh di Jakarta, Belawan, Semarang, hingga Surabaya. Dia mencolek akun Instagram Budi Karya dan meminta Menhub melarang kapal ZIM Trade berlabuh di Indonesia.