Penembokan Tanah Badak Agung Berpotensi Terjadi Gesekan

- Tim

Kamis, 18 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pekerja dari pihak Nyoman Suarsana Hardika (Nyoman Liang) menembok batas lahan SHM 1565 di Jl. Badak Agung, Denpasar, Rabu (17/1/2024). (Sumber: Wan)

Para pekerja dari pihak Nyoman Suarsana Hardika (Nyoman Liang) menembok batas lahan SHM 1565 di Jl. Badak Agung, Denpasar, Rabu (17/1/2024). (Sumber: Wan)

Denpasar – Penembokan lahan dilakukan Nyoman Suarsana Hardika alias Nyoman Liang atas dasar sertifikat hak milik (SHM) nomor 1565 yang disebutkan dibeli dari 21 pengempon (pengurus) Laba (aset) Pura Merajan Satria mendapat reaksi dari pihak AA Ngurah Mayun Wiraningrat (Tu Rah Mayun) yang disinyalir bisa berpotensi terjadi gesekan di Jalan Badak Agung Renon Denpasar, Rabu (17/01/2024)

Tu Rah Mayun keberatan, semasih ada gugatan di pengadilan dikatakan sebisa mungkin jangan ada kegiatan pada lahan dipermasalahkan. Ia beranggapan sertifikat sebagai dasar hak dari pihak Nyoman Liang disebut-debut tidak sah alias abal-abal.

“Intinya tidak ada pengempon (pengurus Pura Merajan Satria). Saya sebagai ahli waris Cokorda (alm Cokorda Samirana alias Ida Tjokorda Jambe Pemecutan IX) masih punya hak di sini. Apapun terjadi saya akan lakukan. Mau buat sertifikat 20 kek. Jadi tolong, saya sebagai ahli waris dilibatkan. Saya heran sertifikat bisa dibuat abal-abal,” ungkap Tu Rah Mayun.

Ia juga menyampaikan tidak mau berbenturan supaya kondisi tetap kondusif dan menempuh langkah hukum atas apa terjadi.

“Gugatan sudah berjalan semua tanah itu merupakan laba (aset) pura. Jika terjadi sesuatu dan saya tidak bisa, saya serahkan kembali ke keluarga besar puri. Saya hanya mempertahankan apa yang menjadi hak,” pungkas Tu Rah Mayun.

Baca Juga :  Dana Besar? 5 Founder PT DOK Diseret ke Meja Hijau

Awalnya proses penembokan dan pemasangan plang oleh pihak Nyoman Liang berjalan lancar tanpa adanya perlawanan, Rabu (17/1/24) namun kemudian sempat terjadi ketegangan antara pihak Turah Mayun dengan Made Dwiatmiko (Miko) selaku kuasa hukum dari Nyoman Liang. Miko mengatakan penembokan dilakukan atas permintaan kliennya, pihaknya juga meminta kepada pihak manapun yang telah membangun tanpa izin di atas lahan milik kliennya tersebut untuk segera mengosongkan lahan dalam jangka 7 hari ke depan.

“Saya meminta kepada siapapun yang membangun di atas tanah klien kami untuk segera dikosongkan dalam 7 hari ke depan. Tujuannya pihak kami melakukan penembokan, untuk memperjelas batas-batas tanah milik klien kami serta agar tidak ada pihak-pihak yang menduduki tanah milik klien kami (Nyoman Suarsana Hardika),” tegas Miko.

Baca Juga :  Dilaporkan Polisi! Akte Diduga Palsu Hambat Hak Tanah di Badak Agung

Ia menuturkan tanah milik kliennya seluas 6.670 meter persegi dikurangi untuk jalan 1.445 meter persegi di Jalan Badak Agung, Denpasar, melalui SHM yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar tertanggal 5 Januari 2024, namun Nyoman Suarsana Hardika malah merasa dirugikan. Pasalnya di atas lahan miliknya justru berdiri 5 bangunan tanpa hak dan tanpa izinnya.

“Nyoman Suarsana Hardika telah melunasi sisa pembayaran SHM 1565 sebesar Rp19,2 miliar pada 17 Juli 2023. Pelunasan itu adalah sisa down payment (DP) sebesar Rp 3,8 miliar dari total harga tanah Rp23 miliar,” rinci Miko. (WAN)

 

Berita Terkait

Sindikat, 2 Terdakwa Founder PT DOK Kembali akan Dilaporkan Polisi
Dana Besar? 5 Founder PT DOK Diseret ke Meja Hijau
Dilaporkan Polisi! Akte Diduga Palsu Hambat Hak Tanah di Badak Agung
Polemik Tanah Badak Agung, AJB Diduga Cacat Hukum
Polisi Dalami Ribut-Ribut Penembokan Tanah di Badak Agung
Kejam, Tak Pakai Uang Negara JPU Tuntut Prof Antara 6 Tahun Penjara
Warga Bali Tumpah Melihat Konser Rakyat Dihadiri Gibran
Babak Baru Polemik Tanah di Jalan Badak Agung Denpasar

Berita Terkait

Jumat, 3 Mei 2024 - 16:34 WIB

Sindikat, 2 Terdakwa Founder PT DOK Kembali akan Dilaporkan Polisi

Jumat, 15 Maret 2024 - 15:52 WIB

Dana Besar? 5 Founder PT DOK Diseret ke Meja Hijau

Selasa, 5 Maret 2024 - 19:43 WIB

Dilaporkan Polisi! Akte Diduga Palsu Hambat Hak Tanah di Badak Agung

Senin, 29 Januari 2024 - 09:32 WIB

Polemik Tanah Badak Agung, AJB Diduga Cacat Hukum

Rabu, 24 Januari 2024 - 18:32 WIB

Polisi Dalami Ribut-Ribut Penembokan Tanah di Badak Agung

Rabu, 24 Januari 2024 - 08:33 WIB

Kejam, Tak Pakai Uang Negara JPU Tuntut Prof Antara 6 Tahun Penjara

Kamis, 18 Januari 2024 - 06:57 WIB

Penembokan Tanah Badak Agung Berpotensi Terjadi Gesekan

Rabu, 10 Januari 2024 - 20:49 WIB

Warga Bali Tumpah Melihat Konser Rakyat Dihadiri Gibran

Berita Terbaru

Regional

Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab

Senin, 20 Mei 2024 - 13:53 WIB

Regional

Firman Giawa Hadiri Perayaan HUT BKPN Ke – 30 Tahun

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:26 WIB