Jakarta (deliknews.com) – Jantung yang sehat berperan sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan. Salah satu cara yang terbukti efektif untuk mewujudkannya adalah dengan olahraga lari.

Lari merupakan jenis olahraga yang mampu meningkatkan detak jantung dan fungsi pompa jantung, sehingga darah dapat tersalurkan ke seluruh tubuh dan sirkulasi darah meningkat. Hal ini tentunya bermanfaat untuk memperkuat otot jantung, mengurangi risiko pembekuan darah, serta mengoptimalkan fungsi jantung.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga lari memiliki risiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dari Mayapada Hospital Tangerang, dr Aron Husink, SpJP(K), FIHA menjelaskan lari mempengaruhi kesehatan jantung karena dapat membantu mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol baik faktor-faktor lainnya secara signifikan.

“Lari juga efektif untuk membakar kalori dan menjaga berat badan yang sehat, namun kita juga perlu mengetahui lari yang aman dan sesuai dengan kondisi tubuh,” ujar dr Aron dalam keterangan tertulis, Kamis (25/1/2024).

Dokter Aron menyarankan agar seseorang aware dengan kondisi tubuh sebelum lari, terutama jika ingin meningkatkan intensitas dan performa saat berlari. Untuk memastikan kesiapan tubuh dan mengidentifikasi potensi risiko, penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan fisik dan mengevaluasi kesehatan, yang mencakup beberapa hal, seperti mengecek tekanan darah, denyut jantung, tinggi dan berat badan, juga indeks massa tubuh (IMT).

“Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) penting dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung dan membantu mendeteksi gangguan irama jantung atau gangguan lainnya pada jantung. Pemeriksaan lebih lanjut seperti tes treadmill dan berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung juga perlu dilakukan bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes melitus,” ujar dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dari Mayapada Hospital Surabaya dr Samuel Sudanawidjaja, SpJP(K), FIHA, FSCAI.

Pemeriksaan fisik sebelum olahraga lari kerap diabaikan, padahal seseorang perlu waspada terhadap gejala penyakit jantung yang bisa diakibatkan oleh olahraga lari. Berkaitan dengan hal ini, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Perawatan Darurat Kardiovaskular dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Vireza Pratama, SpJP (K), FIHA, FASCC, FSCAI memaparkan gejala-gejala yang dapat timbul seperti sesak napas, denyut jantung tidak teratur, pusing atau pingsan setelah berlari, mual muntah, perut terasa tidak nyaman, dan rasa nyeri atau tekanan pada dada yang tidak hilang meski sudah berhenti berlari.

Ketika merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah berhenti berlari, periksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat, dan konsultasikan dengan dokter spesialis jantung untuk mendapatkan penanganan medis dengan tepat dan cepat.

dr Aron, dr Samuel, dr Vireza serta spesialis jantung lainnya yang berpraktik di Mayapada Hospital dapat menjadi pilihan yang tepat untuk kita berkonsultasi dan memastikan kesehatan jantung. Sebagai rumah sakit berstandar internasional, Mayapada Hospital memiliki layanan unggulan Cardiovascular Centersebagai pusat layanan kesehatan terpadu khusus untuk menangani penyakit jantung yang dilengkapi dengan dokter spesialis dan subspesialis yang ahli, peralatan canggih dengan teknologi terkini, dan menyediakan layanan kegawatdaruratan jantung yang selalu siaga 24 jam.

Layanan Cardiac Emergency Mayapada Hospital telah terlatih dalam menangani kasus kegawatdaruratan jantung dengan cepat, tepat, dengan tindakan primary PCI serta memiliki standar protokol Door to Balloon kurang dari 90 menit.