Surabaya – Perusahaan armada Pelayaran Nasional PT Dharma Lautan Utama (DLU) kembali meluncurkan armada terbaru-nya, yakni KM Dharma Kartika V. Kapal berukuran panjang 170 meter ini direncanakan akan melayani rute Surabaya – Lembar – Waingapu – Kupang.

Hadirnya armada ini, guna mendukung konektivitas antar pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memajukan sektor Pariwisata di wilayah itu.

Penasehat Utama PT DLU Bambang Haryo Soekartono, kepada media di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (31/1) mengatakan, hadirnya Kapal ini untuk memenuhi usulan dari Caleg DPR-RI Dapil NTT Partai Gerindra yakni Serena Cosgrova Francis.

Dikatakan anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini, NTT merupakan wilayah perbatasan dengan Negara lain Timor-Timur dan Australia. Maka itu, harus diberikan fasilitas yang cukup sehingga masyarakat bisa sejahera di wilayah tersebut dan Negara lain. Kami sepakat untuk membantu ini, dan mbak Serena juga langsung menghubungi ke Pak Gubernur, dan menerima positif.

“Lewat komunikasi intens dan kemudian sinkron, maka di tanggal 5 Februari 2024, Kapal ini bisa beroperasi dan melayani masyarakat” Imbuh Alumnus ITS Surabaya.

Dilanjutkan BHS, kapal ini dapat menempuh waktu perjalanan dari Surabaya ke Kupang selama kurang lebih 48 jam atau 2 hari, lantaran memiliki kecepatan rata-rata 20 knot dan bisa 27 knot.

Saat peninjauan kapal, kata BHS, Bupati Ende Djafar Achmad yang kebutulan ikut meninjau juga meminta agar kapal KM Dharma Kartika V bisa masuk ke Ende, karena kapal yang sebelumnya Dharma Rucitra 7 dapat meningkatkan perekonomian disana dan bisa mengendalikan Inflasi di Ende.

Ditempat yang sama, Serena kepada para wartawan mengatakan, sebagai anak muda, dirinya melihat adanya keterbatasan akses transportasi antar pulau di NTT, yang kemudian mengapresiasi rute baru kapal milik PT DLU.

“Untuk menjangkau antar wilayah di NTT, Harga tiket pesawat sangat mahal, maka kapal KM Dharma Kartika V ini bisa menjadi alternatif. Dengan fasilitas yang luar biasa saya yakin tidak hanya pertumbuhan ekonomi tetapi juga meningkatkan kunjungan di sektor pariwisata juga.” Imbuhnya.

Dikatakan Serena, sebelum-sebelumnya kapal biasa bisa sampai 2 hari, kupang-Sumba. Kalau Kapal DLU hanya 12 jam, pastinya ini, akan meningkatkan perekonomian di dua pulau di NTT.

“Pariwisata di Sumba dan Kupang ini sangat terkenal dan bagus luar biasa, dan ini bisa menjadi kunci utama untuk memajukan daerah” Tutup Serena yang didampingi ayahnya Fary Djemy Francis ketua Komisi V DPR-RI periode 2014-2019