Respon Kasus Bullying Binus School, KemenPPPA Kawal Hak Pendidikan Pelaku dan Korban

- Tim

Jumat, 23 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (deliknews.com) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan mengawal hak pendidikan para terduga pelaku dan korban bullying atau perundungan di Sekolah Bina Nusantara (Binus) School Serpong, Tangerang Selatan.

Plt Asisten Deputi Pelayanan Anak Kemen PPPA, Atwirlany Ritonga, menjelaskan, seluruh anak memiliki hak pendidikan sekalipun berperkara dengan hukum.

“Jadi anak-anak terduga pelaku tetap harus menempuh pendidikan,” ujar Atwirlany saat mendampingi pemeriksaan terduga pelaku di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (23/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Kementerian PPPA, Atwirlany mengatakan bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga melakukan pengawalan terhadap hak pendidikan terduga pelaku serta korban.

Terkait informasi terduga pelaku yang sudah dikeluarkan dari sekolah atau mendapatkan sanksi drop out (DO) oleh pihak Binus School, Atwirlany mengaku belum mengetahuinya.

Ia menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menjamin hak pendidikan terduga pelaku dan korban.

“Belum ada kabar pasti tentang DO dan lain sebagainya. Jadi melalui Kemendikbud nanti kita akan bekerja sama, berkoordinasi dengan Binus,” terangnya.

Lebih lanjut, Atwirlany mengungkapkan bahwa Polres Tangerang Selatan masih terus melakukan penyidikan terkait kasus perundungan tersebut. Sejauh ini, ada 11 terduga pelaku selaku anggota geng TAI, yang melakukan perundungan terhadap seorang siswa di SMA Binus Serpong.

Atwirlany menegaskan bahwa seluruh terduga pelaku statusnya masih saksi. Ia pun mengatakan pihaknya akan mengakomodir ahli demi kepentingan penyidikan, termasuk mengungkap motif di balik perundungan tersebut.

“Prosesnya masih berjalan di kepolisian, masih proses penyidikan, masih pemeriksaan para terduga pelaku. Jadi nanti kita tunggu dari kepolisian seperti apa hasilnya,” tutur Atwirlany.

Sebelumnya Sekolah Bina Nusantara (Binus) School Serpong memastikan para pelaku bullying salah satu murid yang viral di media sosial telah mendapatkan sanksi tegas. Para pelaku, termasuk salah satunya anak dari artis Vincent Rompies telah dikeluarkan dari sekolah atau mendapatkan sanksi drop out (DO).

Sumber Berita : Beritasatu

Berita Terkait

Duh, Direktur PT Indopangan Sentosa Gelapkan Uang Rp 8,5 Miliar
Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti
Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat
Wamenaker Lepas Mudik Gratis 767 Mitra Usaha Warmindo
Wamenaker Optimis Mudik Bersama Mampu Tingkatkan Produktivitas Pekerja
Wamenaker Imbau Dunia Usaha Fasilitasi Mudik Gratis bagi Pekerja
Kombes Pol Yade Setiawan Ujung Raih Gelar Doktor di Unpad Usai Presentasikan Disertasi Soal Penanganan Covid-19
Wamenaker: Perusahaan Gelar Mudik Gratis untuk Pekerjanya Bentuk Hubungan Industrial yang Harmonis

Berita Terkait

Minggu, 7 April 2024 - 12:44 WIB

Duh, Direktur PT Indopangan Sentosa Gelapkan Uang Rp 8,5 Miliar

Minggu, 7 April 2024 - 09:53 WIB

Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti

Sabtu, 6 April 2024 - 13:50 WIB

Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat

Sabtu, 6 April 2024 - 11:32 WIB

Wamenaker Lepas Mudik Gratis 767 Mitra Usaha Warmindo

Jumat, 5 April 2024 - 20:37 WIB

Wamenaker Optimis Mudik Bersama Mampu Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Jumat, 5 April 2024 - 19:31 WIB

Wamenaker Imbau Dunia Usaha Fasilitasi Mudik Gratis bagi Pekerja

Jumat, 5 April 2024 - 01:23 WIB

Kombes Pol Yade Setiawan Ujung Raih Gelar Doktor di Unpad Usai Presentasikan Disertasi Soal Penanganan Covid-19

Kamis, 4 April 2024 - 19:19 WIB

Wamenaker: Perusahaan Gelar Mudik Gratis untuk Pekerjanya Bentuk Hubungan Industrial yang Harmonis

Berita Terbaru