Surabaya (deliknews.com) – Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi potensi kerawanan keamanan dan ketertiban di berbagai kawasan, dengan mengintensifkan patroli oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan instansi terkait.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga mengajak orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi anak-anak mereka, sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M Fikser, mengkoordinasikan upaya tersebut dengan menerjunkan personel dalam operasi ‘Asuhan Rembulan’.

Operasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi tawuran, perang sarung, dan kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum, terutama selama bulan Ramadhan.

Pihak Satpol PP tidak hanya melakukan patroli di tingkat kota, tetapi juga bekerja sama dengan praja di tingkat kecamatan untuk memetakan wilayah-wilayah yang rawan.

“Giat Asuhan Rembulan ini tidak hanya kami lakukan skala kota saja, namun juga melibatkan seluruh jajaran praja di kecamatan. Kami mengantisipasi jika ada indikasi aktivitas yang merugikan masyarakat,” katanya.

Kolaborasi dengan aparat keamanan seperti TNI/Polri juga dilakukan untuk memperkuat kegiatan patroli ini. Fikser menekankan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif di seluruh wilayah Surabaya, dengan fokus pada potensi kerawanan tertentu, seperti kegiatan perang sarung yang sering terjadi.

“Pengawasan wilayah kita petakan berdasarkan berpotensi terjadi kerawanan ketertiban umum, mengantisipasi kegiatan yang dilakukan anak-anak seperti perang sarung,” jelasnya.

Selain patroli, peran aktif orang tua juga diimbangi dengan ajakan kepada warga untuk saling memperhatikan dan melaporkan kegiatan mencurigakan.

“Terlebih mengingat adanya jam malam untuk anak-anak, yakni memastikan keberadaan mereka di rumah pada pukul 22.00 WIB. Paling tidak mengontrol keberadaannya,” tegasnya.

“Kami juga minta kepedulian sesama warga, ketika melihat kerumunan anak-anak supaya diingatkan atau bisa menghubungi Command Center 112,” imbuhnya.

Operasi ‘Asuhan Rembulan’ akan berlangsung secara masif selama bulan Ramadhan, melibatkan semua pihak terkait.

Jika ada indikasi kerumunan atau aktivitas mencurigakan, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang.

Satpol PP tidak akan ragu-ragu dalam mengambil tindakan terhadap remaja yang terlibat dalam aksi kenakalan, seperti tawuran atau perang sarung.

Selain memberikan sanksi sosial, mereka juga akan melakukan pembinaan dan menghubungi orang tua serta guru terkait perilaku anak-anak tersebut.

“Kalau ada yang bawa senjata tajam (sajam) kita serahkan ke polisi. Karena dalam operasi rembulan ada polisi yang bersama kami. Sementara yang tidak kedapatan membawa sajam, akan kami bawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. Termasuk juga memanggil orang tua dan gurunya,” pungkasnya.

Melalui langkah-langkah ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya, serta mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di kota ini.

“Nasihat guru juga kepada anak-anak ini juga harus tersampaikan, supaya kegiatan Ramadhan ini bisa berjalan dengan khusyuk dan lancar. Jadi kami berharap kegiatan seperti perang sarung dan kegiatan negatif lainnya jangan sampai terjadi,” paparnya.