Wujudkan SDM Bertaraf Internasional, BIN Siapkan Pelatihan di AMN Manado

Oleh : Goins Manangkalangi

Pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) menyadari bahwa generasi muda merupakan aset penting untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Oleh karenanya, BIN menyiapkan berbagai bentuk pelatihan di dalam Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado dalam rangka mendidik para generasi muda penerus bangsa yang unggul dan bertaraf internasional.

 

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Essy Asiah menyampaikan bahwa AMN Manado merupakan bentuk wadah untuk semakin mempersatukan para generasi muda di kalangan mahasiswa dan mahasiswa dari berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama yang saling berbeda di Indonesia.

 

Bukan saja demi mempersatukan para generasi muda penerus bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saja, namun pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara Manado itu juga menjadi komitmen sangat kuat dari Badan Intelijen Negara terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) muda dengan pemberian fasilitas dan penciptaan lingkungan yang kondusif untuk belajar, berkreasi dan saling berkolaborasi.

 

BIN menyediakan wadah kepada para pemuda, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tersebut agar mampu tercipta para generasi muda penerus bangsa yang unggul dan siap bersaing bahkan hingga tingkat nasional sampai pada taraf internasional.

 

Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan mengatakan bahwa pembangunan AMN di Manado itu telah sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) agar terdapat sebuah wadah sebagai rumah kebhinnekaan, rumah bersama nusantara bagi para mahasiswa yang menitikberatkan pada nilai-nilai dalam falsafah negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

BIN Gandeng Berbagai Pihak Secara Kolaboratif untuk Didik Generasi Muda Penerus Bangsa

 

BIN juga dalam proyek pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara di Manado tidak berjalan sendirian, melainkan menggandeng berbagai pihak lainnya secara kolaboratif seperti dari kementerian dan lembaga terkait untuk semakin menyukseskan pendidikan kepada generasi muda penerus bangsa.

 

Proyek AMN Manado merupakan upaya secara kolaboratif dan di bawah tanggung jawab beberapa kementerian serta lembaga, yakni Badan Intelijen Negara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan dan Ristek, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian KKP, Perguruan Tinggi hingga Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

 

Lebih lanjut, Kepala BIN menambahkan bahwa seluruh pemuda yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai wilayah di Indonesia itu memiliki kewajiban untuk tinggal selama dua tahun dengan berbagai macam fasilitas seperti Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), biaya pendidikan, biaya hidup dan uang saku serta mereka juga dibekali dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

 

Selama tinggal di asrama, para pemuda itu juga wajib untuk mengikuti berbagai program pelatihan seperti wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, karakter pelajar Pancasila, bela negara hingga pengembangan kewirausahaan.

 

Para mahasiswa tersebut memang dipersiapkan untuk menjadi pelopor, motivator dan juga inisiator untuk bisa menyebarkan semangat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dan menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air di daerah asal mereka dalam bingkai NKRI.

 

Pembangunan AMN Manado supaya Pemuda Bangsa Bisa Bersatu dan Tumbuh Bersama

 

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa Asrama Mahasiswa Nusantara di Manado memang dibangun dengan tujuan supaya seluruh pemuda bangsa bisa saling bersatu, bisa saling mengenal agar nantinya mereka semua mampu bertumbuh secara bersama-sama.

 

Hal tersebut juga berguna untuk mengantisipasi serta menjawab bagaimana terjadinya peristiwa gesekan antar pemuda bangsa yang terjadi. Maka dari itu, dibangunlah AMN Manado. Meski memang selama ini sudah banyak kota-kota pendidikan di hampir semua provinsi di Indonesia memiliki asrama mahasiswa, namun mereka semua tidak saling mengenal satu sama lain.

 

Sehingga memang perlu dan penting untuk adanya sebuah rumah bersama sebagai pemersatu, yakni satu asrama untuk semua kelompok mahasiswa dari berbagai daerah tanpa membedakan, yang mana bertujuan untuk menjadi wadah kepada mereka untuk saling mengenal satu sama lain.

 

Pasalnya, banyaknya perbedaan latar belakang yang dimiliki oleh seluruh masyarakat di Indonesia dari berbagai segi kehidupannya sejatinya bukanlah sebuah kelemahan, namun justru jika diolah dengan tepat, maka akan mampu menjadi sebuah kekuatan yang sangat luar biasa.

 

Jangan sampai dengan adanya perbedaan yang sangat bermacam tersebut justru menjadikan para generasi muda penerus bangsa mudah untuk diadu domba oleh segelintir pihak tidak bertanggungjawab, maka dari itu, mereka semua harus mampu rukun dan bersatu untuk mencitakan sebuah kekuatan dalam membangun bangsa ini bersama.

 

Bangsa Indonesia sendiri memiliki sebanyak 714 suku yang saling berbeda-beda, yang mana masing-masing dari suku itu juga memiliki lagi sub suku. Sebagai contoh, dari 4 Suku Dayak saja, satu sukunya mampu memiliki hingga 406 sub suku.

 

Berangkat dari hal tersebut, kemudian Presiden RI menginstruksikan BIN untuk menginisiasi pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Manado sebagai pusat pendidikan agar para generasi muda bisa saling mengenal dan nantinya mampu menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang semakin maju. Berbagai pelatihan dan program juga dipersiapkan kepada mereka supaya bisa menjadi generasi muda yang unggul bahkan bertaraf internasional.

 

 

)* Penulis adalah mahasiswa Universitas Pembangunan Indonesia