Malaka, NTT, deliknews – Umat Paroki Dominikus Leon As Wekmidar, Dekenat Malaka mendapat pencerahan tentang Hukum Perkawinan Katolik dan Tribunal dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam keluarga katolik.

Pencerahan itu diberikan Vikaris Yudisial Tribunal Keuskupan Atambua Pater Felix Kosat, SVD dan Panitera Tribunal Keuskupan Atambua Romo Emanuel Siki, Pr yang berlangsung di Wekmidar, Jumat, 17 Mei 2024.

Pastor Paroki Santo Dominikus Leon As Wekmidar Romo Yonathas Nahak, Pr dalam kata pembukaannya mengatakan sesuai kalender Keuskupan Atambua, hari ini umat di Paroki Wekmidar melalui para petugas pastoral, diperkenalkan tentang Hukum Perkawinan Katolik dan Tribunal, sehingga umat mengetahui dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan perkawinan katolik dan bisa menyelesaikan berbagai urusan yang berkaitan dengan permasalahan dalam perkawinan gereja katolik.

“Umat paroki Wekmidar sangat mengapresiasi kegiatan ini, sehingga umat diberi pemahaman-pemahaman dasar tentang hukum perkawinan katolik dan seluk beluk atau permasalahan yang terkait di dalamnya,” kata Romo Yonas Nahak.

Sementara itu Pater Feliks Kosat, SVD dalam arahannya menggambarkan bahwa kehadiran Tribunal di paroki-paroki untuk memberikan pencerahan dan memperluas pemahaman petugas gereja tentang perkawinan itu sendiri.

“Kehadiran kami di paroki-paroki untuk memberikan pemahaman sekaligus mengajak para petugas gereja agar terlibat dalam berbagai urusan perkawinan katolik dan sedapat mungkin memberikan pencerahan yang berkaitan dengan perkawinan katolik,” kata Pater Feliks.

Menurutnya, perkawinan katolik itu merupakan persekutuan seluruh hidup yang harus dipertahankan. Oleh karena itu agen dan petugas pastoral harus dibekali ilmu-ilmu dasar tentang perkawinan katolik yang sebenarnya.

“Kita ingin agar masalah-masalah dalam rumah tangga umat katolik dapat diminimalisir dengan pemahaman-pemahaman dasar baik dalam ajaran Kitab Suci maupun dalam Kitab Hukum Kanonik,” tambahnya.

Romo Eman Siki dalam arahannya berbicara tentang Perkawinan dalam Undang-Undang Perkawinan baik dalam pemerintahan maupun gereja. Menurutnya, perkawinan harus diatur secara baik sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Kegiatan Animasi Hukum Perkawinan Katolik dihadiri Ketua dan Anggota DPP, Ketua Lingkungan, Ketua KUB dan petugas pastoral di Paroki Dominikus Leon As Wekmidar.(HK/Dami Atok)