MADIUN,deliknews.comProyek Rigid beton rekontruksi jalan ruas Bajulan-Kenongorejo milik Pemerintah Kabupaten Madiun, yang dikerjakan oleh CV MITRA CIPTA BANGUN dari sumber Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun 2024, menjadi sorotan Publik.

Pasalnya, Proyek sebesar Rp. 1.916.487.877,- ditemukan adanya penggunaan cor beton dari sisa Stop Cor hari sebelumnya, untuk mengecor tepat di titik-titik sambungan dowel. Diduga sengaja untuk menutupi penggunaan besi dowel yang kondisinya Bengkok agak tidak terlihat.

Dari temuan tersebut Awak Media berusaha konfirmasi kepada Hendy selaku Monitoring ruas Bajulan- Kenongorejo namun belum bisa ditemui, Menanggapi hal itu Wahyu Jatmiko Tim Monitoring dari Dinas PUPR Kabupaten madiun menjelaskan,bahwa penggunaan sisa stop cor tidak di benarkan. Jum’at (24-05-2024)

” Tidak boleh di taruh di titik selanjutnya, kecuali pada saat itu juga itu langsung di cor pada stop cor selanjutnya.” Ungkapnya

” Kalau jaraknya gak lama gak apa tapi kalau jarak waktu lama tidak boleh apa lagi sampai 1×24 jam”. Jelasnya

Pihaknya juga menegaskan kalau itu terjadi pelaksana diminta untuk membongkar dan pengunaan besi dowel juga tidak boleh bengkok, sebab sambungan besi dowel sebagai sistem penyalur beban yang dapat mempengaruhi kekuatan sambungan beton.

TUMPUKAN cor beton dari sisa stop cor dari hari sebelumnya sebelum di bongkar

 

Pemasangan Besi Dowel

Dihari yang sama, Jum’at sore (24-05-2024) Akhirnya sisa-sisa tumpukan cor beton yang sudah mengeras itupun terpaksa harus di bongkar lagi

Davit selaku pihak pelaksana dari CV MITRA CIPTA BANGUN pihaknya mengatakan alasan cor beton itu untuk menutup atau mengamankan besi dowel dan Wiremesh yang sudah terpasang.

” Dapat informasi dari warga sekitar kalau di sekitar sini rawan maling, akhirnya gunakan sisa cor untuk mengecor di beberapa titik sambungan besi dowel dan Wermes agar aman.”  Jelasnya

Hal ini pun menimbulkan tanda tanya, Apakah ada unsur kesengajaan dari pihak pelaksana untuk mendapatkan keuntungan lebih atau memang kurangnya pengawasan dari Pihak terkait, dalam hal ini CV Mahameru sebagai Pengawas konsultan maupun dari Monitoring Dinas PUPR Kabupaten Madiun.