Malaka, NTT, dwliknews – Para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati kini terus bergerak untuk melobi partai politik untuk ditungangi. Sambil melobi partai politik, juga mencari pasangan yang tepat untuk siap bertarung pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak 27 November 2024 mendatang.

Oleh karena pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka sedang melobi Parpol dan pasangannya, maka masyarakatpun ikut bertanya tanya kepastian siapa Pasangan yang sebenarnya siap bertarung pada Pilkada Malaka.

Dikatakan salah satu Politisi Malaka, Maksi Nahak, menyatakan sementara ini putra terbaik yang disebut untuk bertarung di Pilkada Malaka yaitu; SN, KT, SBS dan EM. Ungkap Maksi Nahak, (25/5/2024 dikediamannya.

“Putra – putra terbaik tersebut, baru nampak paket parmenennya, SN – FBN dan KT – EBA. Numun, KT – EBA daftar ke parpol secara perorangan bukan paket, termasuk SBS dan EM. Lantas siapa paket parmenen yang siap bertarung dalam pilkada Malaka nanti. ? “ujar maksi, sambil bertaya.

Lanjut Maksi Nahak, sejauh ini telah dibaca dari edaran media Sosial (medsos) baik media online, grup Whatssap, maupun FB, paket parmanen yang daftar di partai pollitik, hanya SN-FBN.

Perkembangan media sosial, KT gandeng dengan EBA. Namun, pendaftaran figur di beberapa Partai Politik (Parpol) masih dalam perorangan (sediri-sendiri). Lalu SBS ada beberapa kandidit yang akan menjadi pasangannya, sehingga menjadi pertanyaan besar untuk kita sebagai masyarakat pemilih. Kendatinya.

Tambah Maksi Nahak; Politik harus santuni saja jangan saling serang dan saling hujat satu sama yang lainya, karena semua figur baik untuk kita semua. Sembarinya.

” Selema ini saya pantau dalam media Sosial (Medsos) baik di Media online, grup WhatSsap dan FB itu, saling serang dan saling hujat terhadap programnya figur.

Serangan dan hujatan dalam medsos, terhadap program pemerintah sebelumnya dan sekarang. Lantaran dari program- program itu, sama – sama ada Plus Minus-Nya,” beber Maksi.

Lebih lanjut, Program pemerintah sebelumnya itu adalah Revelusi Pertanian Malaka (RPM) dan perobat gratis.

(” Dari program RPM tersebut yang diperioritaskan itu Bawang Merah Malaka, lantaran tidak nampak di Kabupaten Malaka. Lalu, berobat gratis dengan E- KTP, tentunya ada kerja sama dengan pihak ketiga.

Oleh karena pihak ketiga, maka ada nota kesepakatan bersama antara pihak. Dari nota kesepakatan bersama antara pihak, maka diduga bisa terjadi indikasih keuntungan secara oknum.” red)

Program pemerintah sekarang Swasembada pangan yang disoroti ; (” Brend Beras Nona Malaka. Dengan demikian, jangan gagal paham dengan Brend beras Nona Malaka, karena Brend itu hanya sebuah merek. Kalau dilihat dari merek Beras, tentunya berhubungan dengan karung, untuk di isi Beras.

Jadi kalau bicara tentang Beras harus kerja dari kita selaku masyarakat, khususnya para petani. Kemudian dari Pemkab Malaka melalui Dinas teknisnya yakni Dinas pertanian untuk mengadakan demplotan pangan,” red)

Dengan demikian, jangan saling hujat dan serang satu sama lainnya, tetapi mari berpolitik yang damai dan santuni saja. Pungkasnya. (Dami Atok)