Malaka, NTT, deliknews – Pendidikan Non formal merupakan upaya dan dorongan pemerintah terhadap warga putus sekolah dijenjang pendidikan, SD, SMP dan SMA/SMAK melalui pendidikan paket A, B dan C.

Upaya dan dorongan pemerintah Indonesia terhadap warga putus Sekolah, melalui Kementrian pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud)sehingga meneribitkan Ijaza Paket; A, B dan C, dan diakui oleh pemerintah yang bersetara dengan pendidikan Fofmal.

Oleh karena Ijaza Paket diakui pemerintah dan setara dengan pendidikan formal, maka Yayasan Lorotolu Wanibesak melakukan Proses Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kepada peserta didik, melalui program dan metode pendidikan.

Pengelola Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wanibesak yang bernaung diyayasan Lorotolu Wanibesak, Maria Herlince Seu Nahak, mengatakan penerapan Proses Kegiatan Belajar Mengajar terhadap peserta didik, berstandar pada program dan metode pendidikan. Kata, Maria Herlince Seu Nahak, di Wanibesak, Selasa (28/5/2024)

” Pelaksanaan kegiatan pembelajaran terhadap peserta didik itu mengacu pada program program studi PKBM, juga metode pendidikan melalui pembagian jadwal yang diatur, dan ditetapkan dalam ketentuan aturan yang berlaku.

Program kesetaraan paket A, B dan Paket C terhadap peserta didik yaitu, life skill, Meubeler, Tenun dan Kursus bahasa inggris. Kemudian untuk Paket C itu, program studi-Nya, IPA, IPS dan Bahasa,” terang pengelola PKBM Wanibesak.

Penerapan program studi IPA, IPS dan Bahasa bagi Paket C, juga Paket B mendapatkan bidang studi yang setara dengan pendidikan yang di Sekolah Tingkat Pertama (SMP).

” Program studi yang diterapkan kepada warga belajar PKBM, dengan bidang studi yang setara dengan pendidikan formal, karena bagi warga belajar yang umurnya masih mempunyai kesempatan atau masih layak dijenjang pendidikannya, bisa melanjutkan pendidikan yang lebih lanjut,” sembarinya.

Pada tempat yang berbeda, Pembina Yayasan Lorotolu Wanibesak, Antonius Bere Seran mengatakan bahwa; Upaya dan mendorong warga putus sekolah itu melalui beberapa program studi, sehingga setelah tamat dari PKBM Wanibesak mempunyai bekal untuk memudakan lapangan kerja dengan skill yang diperoleh. Ucap Antonius Bere Seran.

” Mendorong Peserta Warga Belajar, untuk memudakan lapangan kerja bagi peserta dikemudian hari itu, melalui meubeler dan Tenun Ikat.

Upaya pemberdayaan dari PKBM terhadap mereka yang putus sekolah dengan program meubeler dan tenun ikat, agar menopang kebutuhan hidupnya, dari pendapatan penjualan produk – produknya mereka.” bebernya.

Tambah pembina Lorotolu Wanibesak, Antonius Bere Seran, Pengelola. Maria Herlince Seu Nahak. Pendidikan Nonformal, PKBM Wanibesak dan Program Paketnya, Kesetaraan A,B dan Paket C, lalu Paket C, Jurusan IPA,IPS dan Bahasa dengan Program life skill, Kursus Meubeler,Tenun,Kursus bahasa inggris. Dan rencananya tahun ini akan dibuka PAUD. Pungkasnya. ( Dami Atok)