Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan transportasi laut wisata menyusul insiden kecelakaan kapal wisata di Pantai Berkas, Bengkulu, yang menewaskan tujuh wisatawan dan melukai puluhan lainnya.
Dalam keterangannya, Bambang menilai aspek keselamatan kerap diabaikan di sektor wisata bahari, mulai dari kelayakan kapal, kapasitas penumpang, kesiapan awak kapal, hingga ketiadaan petugas penyelamat di lokasi wisata.
“Harus ada evaluasi menyeluruh. Apakah kapal sesuai standar, kapasitasnya wajar, dan tersedia petugas penyelamat di pesisir,” ujar pemilik sapaan akrab BHS, dalam keterangannya, Sabtu (17/5).
Kecelakaan yang melibatkan kapal Tiga Putra itu terjadi saat kapal berukuran 10×4 meter membawa 104 penumpang menuju Pulau Tikus. Kapal tersebut kandas di tengah perjalanan, menyebabkan tujuh korban jiwa dan 34 orang lainnya harus mendapat perawatan medis.
Menanggapi insiden tersebut, Bambang menekankan pentingnya keberadaan satuan penjaga pantai seperti coast guard, Basarnas, atau BPBD di setiap destinasi wisata laut.
“Banyak pantai wisata tidak memiliki infrastruktur penyelamatan. Akibatnya, proses evakuasi sering dilakukan oleh nelayan, bukan petugas profesional,” ungkapnya.
Ia juga mendorong peningkatan pelatihan keselamatan untuk awak kapal, sertifikasi kelayakan kapal berdasarkan standar National Convention on the Safety of Vessels (NCVS), serta pendataan dan pengawasan ketat dari Kementerian Perhubungan. Menurutnya, kapal wisata juga perlu dilengkapi dengan radio SSB sebagai sarana komunikasi darurat.
Tak hanya itu, Bambang mendesak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengambil peran utama dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan melalui sinergi lintas lembaga dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Keselamatan wisatawan adalah kunci utama untuk menjaga keberlanjutan industri pariwisata maritim nasional. Indonesia punya garis pantai terpanjang kedua di dunia. Potensi ini harus didukung oleh infrastruktur dan kesiapan, bukan hanya promosi,” pungkas legislator Partai Gerindra itu.
