Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat wisata edukatif yang ramah keluarga dan terjangkau. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, usai meninjau langsung kondisi KBS, Rabu (18/6).
Menurut Bambang, keberadaan KBS bukan sekadar wahana rekreasi, tetapi juga merupakan ruang pembelajaran hidup yang sangat bermanfaat, khususnya bagi anak-anak.
“Harga tiketnya hanya Rp15 ribu, namun manfaat edukasinya sangat besar. Sayang jika masyarakat sekitar Surabaya dan Jawa Timur tidak memanfaatkannya secara maksimal,” kata politisi dari Fraksi Gerindra itu.
Bambang juga mendorong pihak pengelola KBS menjalin kemitraan aktif dengan sekolah-sekolah untuk menjadikan kebun binatang sebagai lokasi studi lapangan yang berkelanjutan setiap tahunnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas publik. Mengingat kunjungan harian mencapai ribuan orang, ia mengusulkan penyediaan klinik kecil di dalam area KBS serta tabung pemadam kebakaran yang siaga di titik-titik strategis.
“Penambahan fasilitas dasar dan penguatan aspek keselamatan perlu menjadi perhatian utama agar pengunjung merasa nyaman dan aman,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak pengelola KBS juga tengah menyiapkan sejumlah terobosan. Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan pada tahun 2025 pihaknya akan menambah koleksi satwa serta menghadirkan wahana edukatif baru.
“Kami juga akan fokus pada program regenerasi satwa karena beberapa sudah memasuki usia tua. Salah satunya mendatangkan harimau Sumatera betina untuk mendukung konservasi,” ungkap Nurika.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KBS dalam mendukung pelestarian satwa langka sekaligus memperkuat citra kebun binatang sebagai lembaga konservasi modern.
Dengan berbagai pembaruan yang direncanakan dan dukungan dari berbagai pihak, Kebun Binatang Surabaya diharapkan dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata edukatif unggulan di Jawa Timur.
