Surabaya – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk menjadikan Museum Surabaya sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan bangsa yang mampu menarik minat generasi muda sekaligus wisatawan mancanegara.

Dalam kunjungannya ke Museum Surabaya yang berada di Gedung Siola, Rabu (18/6), Bambang menilai bahwa Surabaya memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa dan layak diangkat ke panggung dunia.

“Surabaya dikenal sebagai kota pahlawan. Warisan perjuangannya harus dikemas secara kuat dan atraktif agar museum ini menjadi potret sejarah nasional di mata internasional,” kata Bambang yang juga menjabat sebagai Kapoksi Komisi VII DPR RI.

Ia menyoroti pentingnya narasi sejarah yang kuat dalam museum, dengan mengangkat tokoh-tokoh besar asal Surabaya seperti Ir. Soekarno, H.O.S. Cokroaminoto, dr. Soetomo, hingga Bung Tomo. Menurutnya, kontribusi besar mereka terhadap kemerdekaan belum sepenuhnya tergambarkan di museum saat ini.

Sebagai pembanding, Bambang mencontohkan negara seperti Vietnam yang berhasil menyuguhkan narasi sejarah perjuangan melawan Amerika secara kuat dan menarik melalui museumnya.

“Kita harus punya keberanian menampilkan strategi perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah, agar generasi muda memahami semangat juangnya,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar kunjungan museum diwajibkan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di Surabaya. Dengan lebih dari seribu sekolah dari tingkat dasar hingga menengah, museum bisa menjadi pusat pembelajaran sejarah yang konsisten dan berdampak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Museum dan Seni Budaya Surabaya, Saidatul Makmunah, menjelaskan bahwa saat ini museum sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan melalui program “Goes to Museum” yang melibatkan kunjungan rutin dari berbagai sekolah.

“Hari ini saja, ada tiga sekolah yang dijadwalkan berkunjung. Kami aktif menjalin kerja sama agar museum menjadi bagian dari proses belajar,” kata Saidatul.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan penambahan konten sejarah perjuangan rakyat Surabaya, termasuk menghadirkan ruang diskusi, kegiatan seni, serta pelibatan sejarawan dan komunitas budaya dalam proses kurasi.

“Kami ingin museum ini tidak hanya jadi tempat melihat benda sejarah, tetapi juga pusat kajian yang hidup dan inspiratif,” tambahnya.

Museum Surabaya saat ini menjadi salah satu destinasi budaya yang terus dikembangkan untuk memperkuat identitas kota sebagai simbol perjuangan nasional. Dengan pembaruan konten dan dukungan legislatif, museum ini diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang membangkitkan kesadaran sejarah bagi generasi masa depan.