Malaka, NTT, deliknews -Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum mengenal huruf, angka dan lain sebagainaya. Juga memiliki watak atau karakter yang berbeda.
Dengan adanya berbeda karakter dan watak itulah yang menjadi beban tugas yang paling berat dan beresiko tinggi dalam pengawasannya.
Guru PAUD menghadapi peserta anak didik Usia Dini yang ditipkan oleh orang tua murid, tentunya sebagai tangung jawab tenaga pendidik sebelum anak didik keluar sekolah.
Walaupun peserta didik anak Usia Dini memiliki watak atau karakter yang berbeda dan belum mengetahui dengan semuanya, tetapi tenaga pendidik mengolah mereka bisa mengenal huruf, angka hingga memimpin lagu (dirigen) didepan sebelum melangka ke Sekolah Dasar (SD).
Dengan demikian, patut kita mengapresiasi terhadap guru PAUD karena membina mental mereka dengan baik, sehingga anak bisa berani maju kedepan untuk memimpin teman – temannya dalam lagu Indonesia Raya. Ungkap Kepala Desa Motain, Ambrosius Klau, dikediamannya, Jumat (4/7/2025)
” Saya mengucapkan terimakasi dan mengapresiasi kepada tenaga pendidik PAUD, KB Anak Terpencil (ANCIL) yang telah membina dan mendidik Anak – anak dengan baik. Sehingga, mereka bisa mengenal huruf, angka dan berani maju untuk memimpin lagu didepan sebelum menganjak ke Sekolah Dasar (SD).
Jadi, patut kita acungkan jempol terhadap guru PAUD karena mengolah anak Usia Dini yang belum mengerti Apa – apa, tetapi bisa mengerti dan berani tampil didepan.
Dan Guru PAUD, telah mendidik dan membina mental Anak Usia Dini mulai dari mengenal huruf, angka hingga memimpin atau Dirigen lagu Indonesia raya didepan itu sangat luar bisa.
sebab; Anak Usia Dini itu, seshunggunya masih dalam pengawasan orang tua. Juga, masing masing kemauannya mereka (Anak Usia Dini) masih tinggi. Sehingga beban tugas dan beresiko tinggi itu ada ditangan guru PAUD,” beber Desa Ambros.
Desa Motaain, Ambros Klau, menceritakan sifat keberanian Anak dan bertangungjawab yang dibina oleh guru PAUD ANCIL.
” Putri Bungsuku, GABRIELA AZALEA KLAU Mengabaikan Sakitnya dan Memilih Hadir untuk Memimpin Teman Ciliknya Untuk Menyanyikan Lagu Indonesia Raya pada Acara Wisuda seangkatannya di PAUD / KB Anak Terpencil (ANCIL) Motaain Angkatan Ke II, TA. 2025 bulan lalu.
Malam Itu, Dia Panas Tinggi Hingga Pagi. Sebelum Saya Bangun, Dia sudah Bergegas Panggil Mamanya Untuk siapkan Pakaian dan Mandi Untuk Ke sekolah ikut Acara Wisudanya. Saya Bilang, Sabar dudlu dan Panasnya turun baru siap ke sekolah namun dia tidak peduli.
Dia tahu tugas yang diembankan kepadanya, seolah dia tidak sakit. Dengan semangat tinggi itu, panas yang tinggi itu seolah hilang begitu saja. Ternyata dia ada tugas sebagai Dirigen untuk menyanyikan lagu indonesia raya pada saat Pembukaan acara Wisudanya mereka
Di Momentum itu, Dia Tetap Tegar dan Semangat, ” Saya secara Pribadi, Salut, Bangga dan Apresiatif dengan penampilannya yang Gagah Berani . Bagi saya ini sesuatu Yang Luar Biasa. Tuhan Beserta Kita Semua,” pungkas Ambros (Dami Atok)
