Banyuwangi – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengunjungi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Jumat (18/7), untuk meninjau langsung kemacetan panjang yang terjadi akibat dihentikannya operasional 15 unit kapal Landing Craft Tank (LCT) di dermaga LCM.

“Saya menekankan, untuk mempercepat beroperasinya kembali ke 15 kapal LCT yang ada di dermaga plensengan, sebagai pengangkut alat berat yang sempat terjebak dalam kemacetan dan ini tentu juga cukup berpengaruh terhadap kelancaran daripada angkutan untuk Industri dan pariwisata, sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Wilayah Bali tidak terganggu” Imbuh pemilik sapaan akrab BHS

Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini menargetkan, seluruh alat berat dan kendaraan yang terjebak kemacetan sudah bisa terangkut pada Sabtu sore dan prosesnya dapat berjalan lancar.

Selain itu, BHS juga mendorong percepatan penyesuaian tarif penyeberangan yang mendukung pemenuhan biaya standar keselamatan dan pelayanan minimum.

Ia menekankan pentingnya sistem tiket bagi penumpang kendaraan dan pengemudi, agar seluruh data tercatat secara akurat dalam manifest. Untuk itu, BHS mendesak Kementerian Perhubungan segera melakukan revisi KM 58 Tahun 2003 yang telah diubah melalui PM 66 Tahun 2019, agar manifest tidak menjadi rancu.

“Kenaikan tarif ini sangat penting untuk menunjang operasional perusahaan pelayaran, sekaligus menutup kekurangan biaya standarisasi keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan pelayanan minimum yang saat ini masih mengalami kekurangan sekitar 38 persen, berdasarkan perhitungan pemerintah, asosiasi, dan YLKI pada tahun 2019,” paparnya.

BHS juga menekankan pentingnya pembenahan fasilitas kepelabuhanan, terutama dermaga dan peralatan timbang untuk mendata jumlah atau besaran muatan yang diangkut kendaraan truk, sehingga bisa menunjang kelancaran operasional kapal, terutama yang berhubungan dengan stabilitas kapal.

Anggota Badan legislasi DPR-RI ini, turut mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera melaksanakan kampanye keselamatan (Safety Campaign) agar dapat mengkampanyekan tentang keselamatan kepada seluruh stakeholder keselamatan, baik itu regulator, fasilitator, operator, konsumen, tim penyelamat dan tim penunjang keselamatan lainnya.

“Diharapkan, benih-benih kecelakaan bisa dihindarkan dan diharapkan angkutan penyeberangan bisa menuju ke zero accident,” Pungkas BHS.