Balongbendo — Komitmen terhadap ketahanan pangan kembali ditunjukkan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), melalui aksi cepatnya merespons krisis irigasi yang mengancam lahan pertanian di Desa Bakung Pringgodani, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Sebagai bentuk dukungan nyata, BHS menyerahkan bantuan pompa air aksial kepada para petani yang terdampak putusnya aliran air di wilayah tersebut. Sebelumnya, sekitar 15 hektare lahan sawah di desa itu mengalami kekeringan akibat perubahan jalur irigasi, yang berpotensi menyebabkan gagal panen.

“Begitu saya menerima laporan dari warga dan perangkat desa, saya langsung turun ke lokasi dan mencari solusi konkret. Selain berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), kami segera salurkan pompa air aksial untuk menunjang distribusi air ke sawah-sawah yang terdampak,” ujar BHS saat penyerahan bantuan pada Senin (4/8/2025).

Pompa tersebut diharapkan mampu menjadi solusi teknis jangka menengah untuk menjaga ketersediaan air selama masa tanam, terutama di tengah cuaca ekstrem dan ketidakpastian iklim.

Menurut BHS, langkah ini merupakan bagian dari fungsi legislatif untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara konkret. Ia menegaskan, sektor pertanian membutuhkan intervensi cepat, bukan hanya wacana.

“Petani tidak bisa menunggu. Air adalah kebutuhan mendesak. Kalau kita ingin produksi padi 8 ton per hektare tercapai, maka intervensi seperti ini harus kita lakukan. Saya ingin petani kita tetap bisa panen hingga tiga kali setahun,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Camat Balongbendo, Farkhan, menyambut positif langkah BHS. Menurutnya, bantuan pompa air sangat membantu menyelesaikan persoalan yang telah lama membebani petani di wilayahnya.

“Bantuan ini bukan hanya menyelamatkan musim tanam, tetapi juga menunjukkan kehadiran wakil rakyat yang betul-betul peka terhadap kondisi di lapangan. Terima kasih atas kepedulian Pak Bambang,” ungkap Farkhan.

Aksi ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan nasional. BHS juga menegaskan, upaya membangun pertanian tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan di atas kertas, tapi harus hadir langsung bersama rakyat di sawah dan ladang.

Dengan semangat ini, ia berharap petani di Sidoarjo dan daerah lain bisa semakin mandiri, produktif, dan tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca atau sistem irigasi yang tidak stabil.