Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), menerima keluhan warga terkait harga beras berkualitas yang dijual dengan harga bervariasi di pasaran. Aspirasi ini disampaikan oleh warga Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo Kota, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, saat kegiatan reses BHS di RM Ganjaran, Selasa (5/8/2025).
“Soal harga beras, kata mereka, saat ini bervariasi. Ada yang Rp14 ribu, Rp15 ribu, dengan kualitas yang sama. Ini harus ditertibkan oleh Badan Pangan kita dan Satgas Pangan,” ujar BHS.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menegaskan, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk melakukan pengendalian harga dan bertanggung jawab memastikan harga bahan pokok tetap stabil. Ia mendorong adanya tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Menurut BHS, pengawasan harga bahan pokok dapat mencontoh negara Malaysia, di mana sistem kontrol harga dilakukan secara ketat, bahkan pelanggar dapat dikenai hukuman penjara.
“Kalau di sini mungkin tidak sampai dipenjara, tapi paling tidak harus ada sanksi tegas. Bisa denda, atau sanksi sosial seperti diumumkan ke publik bahwa tempat tersebut menjual di atas harga yang diatur,” jelas Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.
Ia menekankan, stabilisasi harga menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah inflasi. Persoalan ini, kata BHS, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat hingga daerah demi kemakmuran rakyat.
Kepala Desa Jati, Muhammad Ilham, menyampaikan apresiasi atas kunjungan reses BHS di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat di Senayan.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Bapak BHS yang menggelar kegiatan reses di tempat kami. Semoga ini membawa manfaat bagi warga,” ujar Ilham.
