Pati, Jawa Tengah — Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan warga tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (13/8/2025) berujung ricuh. Massa yang awalnya berorasi di depan Kantor Bupati Pati bergerak menuju gedung DPRD dan menduduki area lobi setelah menerobos pagar.

Kericuhan pecah sekitar pukul 10.45 WIB ketika massa mulai melempar botol dan barang ke arah gedung, memanjat pagar, serta mendorong aparat yang berjaga. Kondisi lobi gedung DPRD terlihat berantakan, pot tanaman hancur, dan coretan protes memenuhi dinding.

Ketegangan memuncak saat aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Polda Jawa Tengah mencatat 11 orang ditangkap karena diduga melakukan perusakan dan tindak anarkis.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang dinilai mengeluarkan kebijakan kontroversial, seperti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta penerapan lima hari sekolah. Sebelumnya, DPRD Pati telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan mengajukan hak angket untuk memproses kemungkinan pemakzulan.

Hingga sore hari, aparat masih berjaga di sekitar gedung DPRD untuk mencegah massa kembali masuk. Situasi berangsur kondusif meski sejumlah ruas jalan utama di sekitar lokasi tetap ditutup.