Malaka, NTT, deliknews – Para petani mengeluhkan kekurangan air yang mengalir dari pintu 5 sayap kanan Bendungan Benenai ke lahan pertanian, karena terdampak dari permukaan saluran teresiernya lebih tinggi dari pada permukaan saluran sekunder.

Selain ketinggian permukaan saluran teresier dari saluran sekunder, juga kekecilan selogan deker yang pas di pintu 5 tersebut. Kemudian, ditengah saluran teresier yang mengalir ke lahan pertanian, ada yang belum dikerjakan secara permanen.

Saluran air Irigasi pintu 5 sayap kanan Bendungan Benenai yang dikeluhkan warga petani Desa Lakulo Kecamatan Weliman tersebut, Wakil Ketua II DPRD Malaka telah memperoleh Informasi beberapa pekan lalu.

Wakil Ketua II DPRD Malaka, Lambertus Bria, mengatakan Informasih keluhan kekurangan air yang mengalir ke lahan para petani penguna saluran pintu 5 sayap kanan Bendungan Benenai itu, sudah dari beberapa pekan lalu.

” Informasih keluhan warga petani Desa Lakulo terhadap kurangnya air Irigasi pintu 5, sayap kanan Bendungan Benenai yang mengalir kelahan para petani, sudah beberapa pekan lalu.

Dan informasi yang kita peroleh telah disampaikan kepihak PUPR yang membidangngi pengairan dan Dinas Pertanian Kabupaten Malaka. Sebab secara teknis ada di kedua Dinas tersebut, ” ungkap Waket II DPRD Malaka, dikediamannya, Selasa (2/9/2025)

Lanjut Waket II DPRD Malaka, bahwa keluhan warga terhadap kurang lancarnya air yang mengalir ke lahan pertanian itu, bukan saja disampaikan ke pihak Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Malaka. Juga, akan disampaikan ke Dinas PUPR dan DPRD tingkat Propinsi untuk diperhatikannya. Pungkasnya.( Dami Atok)