Surabaya — Meningkatkan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar global menjadi fokus perjuangan Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS).
Dalam kegiatan sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Penilaian Kesesuaian bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Surabaya, Sabtu (11/10/2025), BHS menegaskan pentingnya standardisasi sebagai kunci utama kemajuan UMKM di Indonesia.
Menurut Bambang Haryo, penerapan SNI bukan hanya sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan investasi strategis untuk efisiensi produksi, peningkatan kualitas, serta perluasan akses pasar.
“Ketika produk UMKM sudah berstandar SNI, maka nilai jualnya meningkat dan peluang ekspor terbuka lebih luas,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Ia menjelaskan, UMKM memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta unit dan menyumbang lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 117 juta orang.
Namun, lanjutnya, penerapan standar nasional masih menghadapi kendala, terutama dari sisi dukungan anggaran dan sumber daya manusia. Anggaran program standardisasi nasional saat ini hanya sekitar Rp144 miliar, angka yang dinilai terlalu kecil dibanding besarnya potensi ekonomi UMKM. Karena itu, BHS mendorong pemerintah agar memberikan perhatian lebih pada upaya sertifikasi produk UMKM di berbagai daerah.
Sebagai tindak lanjut, BHS menggandeng dinas terkait di Surabaya dan Sidoarjo untuk mempercepat proses standardisasi. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyebut sekitar 8.000 dari total 106 ribu UMKM di Surabaya telah mengikuti program Bina UMKM.
“Kami akan memperkuat pendampingan agar lebih banyak pelaku usaha yang siap tersertifikasi SNI,” ujarnya.
Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur, Faris, menambahkan bahwa sekitar 98 ribu UMKM di Jatim telah terdaftar dalam program Bina UMKM. BSN, katanya, terus mendampingi pelaku usaha agar memenuhi dua prinsip utama SNI: mutu yang konsisten dan sistem produksi yang efisien.
“Dengan SNI, UMKM kita tidak hanya berproduksi, tetapi berkompetisi secara bermartabat di pasar nasional dan internasional,” pungkasnya.
