Tuban, Jawa Timur, deliknews – Sepinya bus wisata masuk ke parkiran terminal wisata Kebonsari berdampak sepinya pendapatan pedagang di terminal wisata Kebonsari. Langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengatur ulang parkir dan transportasi pengunjung menuju kawasan wisata religi Sunan Bonang.

Banyaknya laporan dari PKL Terminal Wisata Kebonsari yang masuk ke Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-P) Tuban terkait maraknya kendaraan shuttle menunggu penumpang bus wisata yang parkir di Parkiran Asmoro Qondi Palang membawa dampak terhadap pendapatan para PKL Terminal Wisata Kebonsari Tuban.

Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-P) Tuban mengundang paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) terminal Wisata Kebonsari, Paguyuban shuttle, Paguyuban Tukang Becak untuk mencari solusi lesunya perputaran ekonomi di Terminal Wisata Kebonsari di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Tuban, Senin, (3/11/2025).

Selesai pertemuan musyawarah, Plt. Kadis Lingkungan Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-P) Tuban, Anton Trilaksono, S.Pi mengatakan pihaknya berupaya menengahi konflik antara pengelola terminal, pedagang kali lima dan operator tranportasi wisata.

“Harapannya becak dapat ruang, shuttle dapat ruang dan PKL dapat ruang itu kan intinya. Seperti yang kami sampaikan ke Dewan tempo hari, terminal Kebonsari itu sebagai terminal utama” ujar Anton Trilaksono, S.Pi.

Lanjutnya, nantinya para peziarah turun dari bus wisata menuju ke makam Sunan Bonang naik becak. Kembalinya para ziarah nanti diangkut oleh shuttle menuju ke terminal Wisata Kebonsari.

Pertemuan sekarang ini menata bersama-sama, semoga dengan skema transportasi yang baru ini harapannya para peziarah ke makam Sunan Bonang merasa aman, nyaman dan senang, pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua PKL Terminal Wisata Kebonsari, Teguh mengatakan dengan adanya kendaraan shuttle sangat terdampak terhadap lesunya rekan-rekan PKL. Bus wisata parkir di Asmoro Qondi diangkut oleh kendaraan shuttle PP.

“Kalau kendaraan shuttle dibiarkan beroperasi mengambil penumpang yang mau ziarah di Asmoro Qondi lalu diantar ke makam Sunan Bonang sangat terdampak terhadap pendapat PKL yang ada di lokasi parkir Wisata Kebonsari” ujar Teguh

Kami meminta supaya bus wisata kembali masuk ke terminal Wisata Kebonsari sebagai terminal utama buat bus wisata yang mau ziarah ke makam Sunan Bonang. Kalau sampai tanggal 5 November belum ada solusi nyata dari dinas terkait, kami para PKL akan turun aksi lebih besar lagi, pungkasnya.(jati)