PACITAN,deliknews.com- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Donorojo Pacitan, Minggu, 6 Desember 2025 telah sukses memukau juri dalam Lomba Sendratari Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Kabupaten Pacitan tahun 2025. Dengan mengusung tema “Gagah Santri” yang sarat makna, penampilan ini tidak sekadar menampilkan harmoni gerak dan musik yang indah, tetapi juga menyampaikan pesan moral mendalam yang terilhami dari pendiri sekolah yang kharismatik, KH. Umar Syahid atau yang akrab disapa KH. Umar Tumbu.

Sendratari “Gagah Santri” lahir dari keinginan untuk mengenang dan menyebarluaskan nilai-nilai kejuangan serta keteladanan KH. Umar Tumbu – seorang ulama dermawan yang sangat peduli terhadap pendidikan dan ummat. Beliau dikenal tidak pernah tergiur harta atau jabatan; bukti pengabdiannya adalah menghibahkan tanah miliknya kepada Dinas Pendidikan untuk pembangunan SMK N 1 Donorojo. Tindakan mulia ini mencerminkan semangat tanpa pamrih dan keihlasan – akar dari sikap anti korupsi yang menjauhkan diri dari penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi. Istilah “Gagah Santri” sendiri merangkum kekuatan moral seorang santri yang senantiasa berpegang teguh pada nilai agama, kejujuran, kesederhanaan, dan integritas – benteng spiritual paling kokoh dalam menghadapi godaan korupsi.

Inti sendratari ini adalah penegasan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari diri sendiri, dengan membangun integritas atas dasar keihlasan dan pengabdian tulus. Kepala SMK N 1 Donorojo, Achmad Syaifudin S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sendratari dirancang untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi secara eksplisit dengan mengambil teladan langsung dari pendiri sekolah. Integritas yang diwariskan KH. Umar Tumbu adalah cermin perilaku anti korupsi; beliau mengajarkan bahwa kemajuan sejati hanya bisa dicapai melalui proses yang bersih dan jujur. “Kejujuran adalah kekuatan terbesar kita,” Ujar beliau dalam wawancara melalui telepon.

Nilai anti korupsi yang disampaikan meliputi: (1) kejujuran dan transparansi, yang terwujud dalam pengelolaan sumber daya yang murni seperti yang ditunjukkan KH. Umar Tumbu dan kini diterapkan dalam kebijakan sekolah; (2) kemandirian, dengan menolak jalan pintas dan mementingkan perjuangan mandiri; serta (3) tanggung jawab, dimana setiap santri bertanggung jawab penuh terhadap amanah yang diberikan sebagai siswa, anggota masyarakat, dan calon pemimpin masa depan.

Harapan dari penampilan ini adalah agar generasi muda tidak hanya cerdas, tetapi juga menjadi santri yang disiplin dan gagah berani menegakkan kebenaran serta keadilan. Selain itu, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mendayagunakan ilmu dan keahlian untuk membangun sistem yang lebih adil, transparan, dan bebas korupsi. Dengan menjadikan semangat KH. Umar Tumbu sebagai panutan, setiap siswa dan generasi muda didorong untuk meneguhkan integritas dalam hati, jiwa, pikiran, dan perilaku – serta tidak pernah terlibat dalam perbuatan koruptif sekecil apapun – demi mewujudkan cita-cita bangsa yang bersih dan berkeadilan.

Melalui seni, SMK N 1 Donorojo telah mengirimkan pesan kuat: semangat pendiri bangsa dan pendidikan yang murni adalah benteng moral paling kokoh dalam perjuangan pemberantasan korupsi.” Pungkasnya. (ADV)

Jurnalis: Zhintia