Surabaya – Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kedelai nasional guna melindungi keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produsen tempe.
Bambang Haryo menilai, harga kedelai yang saat ini mencapai sekitar Rp12.000 per kilogram terlalu memberatkan pelaku UMKM. Ia mendorong agar harga komoditas tersebut dapat kembali berada di kisaran Rp9.000 per kilogram.
“Saya akan menyampaikan kepada pemerintah agar harga kedelai bisa kembali stabil di sekitar Rp9.000 per kilogram. Itu merupakan harga break even point yang paling memungkinkan agar UMKM tempe tetap bertahan,” ujar Bambang Haryo saat mengunjungi UMKM Tempe “Bang Jarwo” di kawasan Simo Gunung Kramat Timur, Surabaya, Sabtu.
Menurutnya, angka tersebut merupakan harga ideal yang masih memberikan ruang margin keuntungan wajar bagi para perajin tempe di tengah tekanan biaya produksi.
Dalam kunjungan tersebut, Bambang Haryo juga mengapresiasi perjuangan Jarwo Susanto, pelaku UMKM tempe yang mampu bangkit setelah terdampak penutupan lokalisasi Dolly. Meski sempat mengalami kesulitan, Jarwo kini kembali memproduksi tempe yang dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional.
Selain memberikan apresiasi, Bambang Haryo turut menyalurkan bantuan modal usaha untuk mendukung keberlanjutan produksi tempe di tengah naiknya harga bahan baku.
