Bandar Lampung — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menekankan pentingnya kualitas perawatan sarana dan sumber daya manusia dalam menjamin keselamatan serta keberlanjutan layanan transportasi kereta api nasional.

Hal tersebut disampaikan pemilik sapaan akrab BHS saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Tanjung Karang dan Depo Kereta Api Divre IV Tanjung Karang, Lampung, bersama Kepala Divre IV PT KAI Hendy Helmi dan jajaran, Jumat (30/1).

Menurut Bambang Haryo, kehadirannya langsung di depo perawatan bertujuan memastikan bahwa fasilitas maintenance kereta api berada dalam kondisi optimal dan siap pakai. Ia menilai kesiapan infrastruktur sarana kereta api sangat berkaitan langsung dengan kapasitas angkut dan kontinuitas layanan transportasi, khususnya logistik.

“Dalam sistem transportasi, ada dua hal utama yang harus diperhatikan. Pertama adalah pendidikan dan perawatan sumber daya manusia. Kedua adalah perawatan fasilitas, baik lokomotif maupun gerbong,” ujar BHS.

Ia menjelaskan bahwa data menunjukkan sekitar 80 persen kecelakaan transportasi disebabkan oleh faktor manusia (human error), sementara sisanya disebabkan oleh faktor teknis, baik sarana maupun prasarana. Karena itu, perawatan rutin dan peningkatan kualitas SDM menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan.

Pada kesempatan tersebut, BHS juga meninjau langsung fungsi depo yang melayani perawatan rutin harian, bulanan, hingga tahunan untuk lokomotif dan gerbong. Ia menyoroti keberadaan dua jenis lokomotif baru buatan Amerika Serikat, yakni CC202 dan CC205, yang digunakan untuk kepentingan angkutan logistik.

Menurut BHS, lokomotif tersebut memiliki daya tarik besar, mampu menarik hingga 65 gerbong, dengan kapasitas angkut sekitar 50 ton batu bara per rangkaian. Selain itu, teknologi yang digunakan dinilai sudah sangat maju.

“Saya melihat langsung lokomotif ini cukup canggih dan dilengkapi sistem deteksi kondisi mesin secara detail, mulai dari temperatur oli, air, tekanan oli, hingga sistem elektrik. Semua bisa dimonitor dan dikendalikan dengan cepat oleh masinis,” jelasnya.

Bahkan, lanjut BHS, sistem kontrol lokomotif memungkinkan kondisi mesin dipantau langsung oleh pabrikan pembuatnya apabila masinis mengalami kesulitan dalam pengendalian. Hal ini dinilai sebagai langkah maju dalam mendukung keselamatan dan efisiensi operasional perkeretaapian nasional.