Sidoarjo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki efek berganda terhadap ekonomi daerah. Hal itu disampaikan anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suko di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/2).
Dalam kunjungan tersebut, Bambang melihat langsung proses penyediaan makanan bagi ribuan penerima manfaat, terutama menjelang pelaksanaan selama bulan Ramadhan. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan agar tetap sesuai standar.
Menurut Bambang, SPPG Suko setiap hari menyiapkan makanan untuk sekitar 6.000 penerima manfaat. Operasional tersebut turut membuka lapangan pekerjaan bagi sedikitnya 47 tenaga kerja lokal.
“Program ini bukan hanya soal gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas ekonomi melalui pengadaan bahan baku, distribusi, dan jasa pendukung lainnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Bambang menyebut angka pertumbuhan provinsi tersebut meningkat dari sekitar 5,1 persen menjadi 5,9 persen.
Selain menyoroti dampak ekonomi, ia juga memastikan kualitas makanan yang disajikan selama Ramadhan tetap memenuhi standar. Menu yang disiapkan sebagai bekal berbuka puasa, menurutnya, telah melalui proses standarisasi dan pengawasan ketat.
“Semua aspek kami lihat, mulai dari gizi, rasa, variasi menu, hingga kebersihan. Ini penting agar manfaat program benar-benar dirasakan,” katanya.
Bambang mengingatkan agar implementasi program MBG di berbagai daerah tetap konsisten menjaga mutu layanan. Ia menilai pengawasan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program nasional tersebut.
