SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengusulkan inovasi pemanfaatan angkutan kota (angkot) sebagai transportasi wisata pendidikan bagi pelajar di Surabaya. Gagasan ini dinilai dapat menjadi strategi mempertahankan eksistensi angkot di tengah perubahan sistem transportasi perkotaan.
Dalam pertemuan bersama pengemudi angkot dan ojek daring di Surabaya, Sabtu, Bambang menyampaikan bahwa angkot masih memiliki peluang pasar yang potensial, khususnya untuk kebutuhan transportasi siswa menuju destinasi edukatif.
Menurutnya, pemerintah kota dapat merancang skema khusus bagi sekolah dasar dan menengah pertama untuk menggunakan angkot sebagai sarana perjalanan ke kebun binatang, museum, atau lokasi pembelajaran luar ruang lainnya.
“Transportasi kota wisata untuk pendidikan ini bisa menjadi solusi agar angkot tetap memiliki fungsi dan pasar yang jelas,” katanya.
Ia menilai konsep tersebut sekaligus mendukung program pembelajaran di luar kelas yang kini semakin didorong dalam sistem pendidikan. Dengan pengelolaan yang baik, angkot dapat direvitalisasi menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjadwal.
Selain inovasi fungsi, Bambang juga mendorong adanya peningkatan kualitas armada melalui peremajaan kendaraan serta penataan sistem operasional. Ia menilai modernisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pengemudi.
Menurutnya, kebijakan transportasi yang inklusif tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha masyarakat kecil yang telah lama bergantung pada sektor tersebut.
Bambang berharap pemerintah kota segera merumuskan kebijakan konkret untuk mewujudkan transformasi angkot yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan para pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem transportasi perkotaan.
