Surabaya – Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, tak ingin menunggu hingga mendekati Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 NTT-NTB untuk memanaskan mesin pembinaan atlet. Ia memastikan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IPSI Jatim digelar lebih awal sebagai langkah strategis memburu target medali emas.

Didampingi Ketua Harian IPSI Jatim Hoslih Abdullah, Bambang Haryo yang akrab disapa Pak BHS menegaskan bahwa Kejurprov bertajuk “Piala BHS” akan digelar di Surabaya pada 18–22 Mei 2026. Ajang tersebut menjadi bagian dari komitmen serius IPSI Jatim dalam membangun kekuatan sejak dini.

“Sehingga kita wajib mempersiapkan diri sebaik mungkin dan jauh-jauh hari demi impian mengejar target medali emas, apalagi persaingan antarpeserta begitu ketat,” ujar Pak BHS, Senin (2/3/2026).

Anggota DPR RI Komisi VII itu menargetkan seluruh 38 Pengkab/Pengkot IPSI se-Jawa Timur mengirimkan atlet terbaiknya. Menurutnya, semakin banyak pesilat tangguh yang terjaring, semakin besar peluang Jawa Timur membentuk skuad solid menuju PON 2028.

“Kalau seluruh IPSI kabupaten/kota mengirimkan atlet tangguh terbaiknya, saya yakin kita akan punya segudang pesilat andalan untuk tim PON Jawa Timur,” tegasnya.

Hoslih Abdullah menambahkan, kejurprov tersebut akan mempertandingkan nomor seni dan tanding. Pendaftaran dibuka pada 1–10 Mei 2026. Ia menyebut ajang ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan juga tahap seleksi pembentukan tim bayangan Pra-PON.

“Mumpung waktunya masih relatif panjang, kita berharap 38 kabupaten/kota bisa mempersiapkan pesilat andalannya. Kejurprov ini menjadi bagian penting pembentukan tim bayangan Pra-PON,” ujar Hoslih yang akrab disapa Cak Dullah.

Terkait atlet yang telah mengikuti program Puslatda melalui KONI Jatim, IPSI Jawa Timur memastikan tidak ada kendala koordinasi. Organisasi tersebut juga menjalankan program puslatda mandiri sebagai penguatan strategi pembinaan.

Dengan percepatan agenda ini, IPSI Jatim di bawah kepemimpinan Bambang Haryo menunjukkan keseriusan membangun fondasi kuat demi merealisasikan ambisi emas di PON 2028.