SIDOARJO – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, mendorong pengembangan Pasar Krian di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Menurutnya, pasar tradisional tersebut memiliki nilai strategis karena berada di jalur antarprovinsi serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Gresik.
Hal itu disampaikan Bambang Haryo saat meninjau aktivitas pedagang di Pasar Krian, Selasa. Ia menilai, dengan letak yang berada di kawasan industri dan perlintasan utama, Pasar Krian berpotensi menjadi pusat perdagangan yang representatif sekaligus wajah Kabupaten Sidoarjo di wilayah perbatasan.
“Pasar Krian ini merupakan pasar terbesar di kawasan tersebut. Letaknya sangat strategis karena berada di jalur antarprovinsi dan di wilayah industri,” ujarnya di sela kunjungan.
Ia menambahkan, kondisi fisik dan tata kelola pasar perlu mendapat perhatian agar mampu mencerminkan citra positif daerah. Menurutnya, jika kondisi pasar kurang tertata, hal itu dapat memengaruhi persepsi terhadap Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo juga memantau harga kebutuhan pokok guna memastikan tidak terjadi lonjakan signifikan. Ia menyebutkan, secara umum harga bahan pokok relatif terkendali, meski terdapat kenaikan pada komoditas tertentu.
“Secara umum harga masih bisa dikendalikan. Kenaikan hanya terjadi pada cabai rawit yang saat ini mencapai sekitar Rp90 ribu per kilogram,” katanya.
Terkait tingginya harga cabai, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan. Salah satu opsi yang disampaikan adalah mendatangkan cabai dari daerah lain yang menawarkan harga lebih rendah.
“Perlu ada terobosan, misalnya mencari pasokan dari daerah seperti Sulawesi yang harganya lebih murah dibandingkan di Jawa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Krian Maria Ulfa berharap adanya peningkatan infrastruktur guna mempertahankan eksistensi pasar tradisional tersebut di tengah persaingan dengan pasar modern. Ia juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Di sisi lain, Ketua Pedagang Pasar Sidoarjo, Soleh, mendorong para pedagang agar beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, perpaduan antara sistem penjualan konvensional dan daring dapat memperluas jangkauan pasar.
“Tadi sudah terlihat ada pedagang yang memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk berjualan, sehingga menarik pembeli dari luar Sidoarjo datang langsung ke Pasar Krian,” katanya.
