Malaka, NTT, deliknews – Jalan merupakan srana – prasara vital masyarakat yang dapat dijaga dan dirawat bersama, maka warga menimbun titik jalan berlubang.
Penimbunan titik jalan berlubang tersebut, di Dusun Leosukaer, Desa Halibasar, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur, pada Senin 16 Maret 2026 lalu, dihadiri Kepala Desa Halibasar, Sekdes dan kapala Dusun (Kadus) bersama warga.
Kegiatan penimbunan titik jalan berlubang itu, merupakan inisiatif warga semdiri. Karena setiap musim hujan, titik jalan berlubang selalu tergenang air, hingga rumah warga pun ikut digenangi air hujan.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Halibasar, Albertus Klau Lekik, mangucapkan terimakasi dan mengapresiasi kepada warga Dusun Leosukaer yang punya inisiatif untuk menimbun titik jalan yang berlubang.
” Jalan merupakan srana – prasarana Vital Masyarakat maka perlu dijaga bersama oleh kita semua. Oleh karena itu, warga Dusun Leosukaer memiliki inisiatif untuk melakukan penimbunan titik jalan yang berlubang seperti ini, patut diapresiasi dan diucapkan terimakasi.
Dan kegiatan yang dilakukan dari warga Dusun Leosukaer sebaiknya dari Dusun lain patut ditiru. Karena jalan merupakan milik kita bersama yang perlu dijaga dan rawat. Bukan saja dari pihak pemerintah Desa,
” ucap Kades Halibasar.
Lanjut Kades Halibasar, menyatakan jalan Leosukaer telah dimasukan dalam pra perencanaan Anggaran, maka Jalan Dusun yang ditimbun akan ditetapkan dalam tahun ini. Jadi, diharapkan kepada warga agar jangan berkecil hati. Karenan tahun ditetapkan untuk dikerjakan. Tanda Kades.
Pata tempat yang sama, Warga Dusun Leosukaer, Egidius Teti mengatakan kegiatan penimbunan titik jalan berlubang, tidak ada unsur lain, lantaran inisiatif dari kami warga Dusun karena setiap penghujanan titik jalan yang berlubang selalu digenengi air hujan, hingga rumah warga pun ikut tergenang air.
Dengan demikian, Kegiatan penimbunan titik jalan berlubang tersebut wujud dari kebersamaan kami didalam Dusun bergotong royong untuk menjaga rumah warga dan lingkuangan terbebas dari tgenangan air hujan. Beber Egi Teti.
” Kegiatan gotong royong yang kami lakukan ini, diharapkan pada pihak pemerintah Desa maupun Kabupaten, agar kedepan bisa mengadakan draenase supaya akses aliran air dapat mengalir dengan bebas. Sehingga rumah warga terbebas dari genagan air. Pungkasnya.( Dami Atok)
