Mekah – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi setelah meninjau langsung kondisi pasien di Klinik Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (KKIH), Sabtu (23/5)
Kapoksi Gerindra Komisi VII DPR RI itu menyebut penanganan medis terhadap jemaah berjalan baik, termasuk ketersediaan obat-obatan yang dinilai masih mencukupi untuk mendukung pelayanan kesehatan selama musim haji 2026.
Ia mengungkapkan, terdapat empat pasien yang menjalani rawat inap dan seluruhnya mendapatkan penanganan optimal dari tenaga kesehatan di KKIH.
“Melihat langsung kondisi pasien di KKIH, ada empat pasien yang mengalami rawat inap dan ditangani dengan baik. Namun, masih terdapat Obat-obatan sisa tahun lalu sekitar 60 persen dan stok baru sekitar 40 persen, sehingga beberapa pasien bisa diobati hingga sembuh,” ujar BHS di Mekah, Arab Saudi.
BHS juga menyoroti angka jemaah yang wafat hingga menjelang puncak ibadah haji tahun 2026 yang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Saat ini jumlah jemaah yang wafat tidak lebih dari 50 persen dibanding tahun lalu. Ini menjadi bukti bahwa perawatan dan penanganan kesehatan jemaah berjalan cukup baik,” Ujar BHS.
Menurut BHS, upaya pencegahan penyakit di tingkat kelompok terbang (kloter) juga berjalan cukup maksimal meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu di evaluasi. Ia menilai deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jemaah mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.
“Saya apresiasi kepada tim kesehatan karena jumlah jemaah yang wafat pada musim haji tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu. Saat ini tercatat 64 jemaah yang wafat hingga menjelang puncak haji. Ini bukti bahwa perawatan jemaah cukup bagus sehingga bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.
Selain meninjau pelayanan kesehatan, BHS bersama anggota Timwas Haji DPR RI lainnya juga menyerap aspirasi dari tenaga medis dan masyarakat terkait sejumlah kendala layanan kesehatan di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga pendamping , fasilitas kesehatan yang sudah uzur yang perlu diganti, hingga fasilitas armada ambulans.
“Saat ini tersedia 15 ambulans dalam keadaan baik dan 9 ambulans kurang layak untuk dioperasikan. Jumlah tersebut perlu ada peningkatan di tahun depan dalam melayani jemaah yang semakin lebih banyak untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi” Ungkap BHS.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur I Surabaya-Sidoarjo itu juga menyoroti perlunya penguatan koordinasi lintas kementerian dalam penyelenggaraan KKIH.
“Sebagaimana informasi bahwa saat ini KKIH akan dipindahkan ke kementerian haji sedangkan penanganan kesehatan ini sangat teknis. Sebaiknya, dilakukan oleh kementerian kesehatan dibawah koordinasi kementerian haji, sehingga kementerian haji bisa mengkoordinir sebagai leading sektor yaitu Kementerian Perhubungan dibidang transportasi, Kementerian Kesehatan dibidang kesehatan, Ekonomi kreatif dan UMKM dibidang pelayanan akomodasi dan makanan sehingga diharapkan koordinasi antar kementerian ini dapat mensukseskan pelayanan jamaah haji, khususnya pelayanan kesehatan” tutur BHS.
Meski demikian, BHS mengapresiasi kualitas penyajian makanan yang cukup berlimpah, baik dan bergizi. Menurutnya, ketersediaan makanan seperti ayam, ikan, sayur, buah-buahan, hingga susu turut membantu menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Pola konsumsi yang bergizi dan pelayanan kesehatan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi jemaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji. Inilah yang turut berdampak pada menurunnya jumlah jemaah yang mengalami sakit,” tutup BHS
